Helo Indonesia

Samuel Ajak Anak Muda Jadi Pemain Global Bukan Hanya sebagai Sasaran Produk Luar

Ajie - Peristiwa
Rabu, 22 Nov 2023 08:10
    Bagikan  
Samuel Ajak Anak Muda Jadi Pemain Global Bukan Hanya sebagai Sasaran Produk Luar

Samuel Wattimena di tengah mahasiswa Undip, menjadi nara sumber peluang bisnis bersama Arlina dan Setyo Budi

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Nusantara bersama warisan kekayaan alam dan budaya, sesungguhnya sumber inspirasi yang tiada habis. Generasi muda tinggal mencari tahu, mengambil manfaat, dan mengkapitalisasi agar menjadi pemain global. Kita memiliki identitas lokal untuk menjadi bagian dari dunia global.

Kalimat inspirasi tersebut disampaikan Dewan Pengawas LLP KUKM Smesco, Samuel Wattimena,  di depan ratusan mahasiswa Undip  saat menjadi nara sumber dalam Seminar dan Awarding Nasional Wirausaha bertajuk  “Bisnis Beyond Borders: Menggali dan Mengoptimalkan Peluang Bisnis di era Digital untuk Mendorong Kemajuan Ekonomi Indonesia” di Aula Kewirausahaan FEB Undip, Tembalang, Semarang, Selasa 21 November 2023.

samuel 2

 Acara Diponegoro University Entrepreneur Awards (DUEA) yang digagas  Bidang Ekonomi Kreatif BEM Undip itu juga menghadirkan Setyo Budi (Owner Bebek dan Ayam Kampung “Mas Budi”), dan Ir Arlinda MA (Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI periode 2016-2019). Bertindak sebagai keynote speaker Kepala Bappeda Kota Semarang Budi Prakosa yang mewakili wali kota.

 ‘’Adik-adik, nusantara memberikan warisan begitu besar bagi kita semua. Manfaatkan itu, dalami, pelajari, kembangkan, kapitalisasi. Populasi kita 270 juta jiwa lebih. Jangan kita hanya dijadikan sasaran menyerap berbagai produk dari luar. Maka tingkatkan kemampuan diri untuk menjadi pemain global,’’ ujar perancang kenamaan Tanah Air itu.

Menurut Bang Sam, Indonesia kaya dengan keanekaragaman budaya. Kebudayaan kita adalah mata air seluruh inspirasi kita yang ada. Apapun yang kita usahakan, sepanjang  berpegang teguh pada akar kebudayaan maka kita memiliki identitas yang kuat sebagai pemain dunia.

Baca juga: Cara Unik Sosialisasi Amal Alghozali, Perangi Sampah dengan Bikin Baliho dari Karung Bekas

Dia mengingatkan, bahwa anak muda saat ini sudah menjadi warga dunia. Dengan ponsel, informasi dunia dalam genggaman. Dalam hitungan detik, kita bisa mengakses seluruh informasi, baik ekonomi, pariwisata, dan kesehatan.

‘’Tapi apakah kita bisa melihat potensi diri, apakah kita sudah menjual kemampuan kita untuk dunia? Bukannya belum, tapi belum maksimal.  Saya hanya ingin mengatakan,  kalau ingin jadi pengusaha, UKM, UMKM,  pengusaha yang lebih mapan, berpijaklah pada budaya Indonesia. Karena saat ini local is the new global. Kalau kita tak punya identitas, maka bakal  tersapu oleh kapasitas pelaku dari dunia lain,’’ tandas Desainer Terbaik Tahun 1979 versi Majalah Femina tersebut.

Samuel lalu mencontohkan kisah sukses Mas Budi dengan ayam dan bebek gorengnya. Menurut penata kostum film Naga Bonar 2 dan nomine Piala Citra untuk penata busana terbaik film Tenggelamnya Kapal  Van Der Wijck itu, kesukaan Setyo Budi memasak ayam dan bebek ternyata mampu mengkapitalisasi selama empat tahun menjadi 170 outlet di tujuh provinsi.

 ‘’Kalau tidak punya mimpi, beliau tidak mungkin seperti ini. Adik-adik yang saat ini kuliah harus bersyukur karena punya banyak kesempatan untuk belajar. Manfaatkan kampus untuk menempa dan mengembangkan diri dalam kewirausahaan,’’ tambah caleg DPR RI daerah pemilihan Jateng 1 itu.

Produk Lokal

Dalam setiap kesempatan, perancang mode yang fokus pada wastra nusantara, itu  sangat yakin anak-anak muda Indonesia bisa menghasilkan produk lokal yang  mendunia. Dia optimistis bahwa local is the new global.

Baca juga: Paduan Suara Justicia USM Choir Raih Medali Perak di Karangturi International Choir Competition

Maka setiap berkunjung ke Semarang, dia selalu memompa generasi milenial untuk unjuk gigi dengan lebih intens mengasah talenta. Bersinergi dengan Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Bung Sam—panggilan akrabnya—aktivitasnya lebih banyak mengedepankan kebanggaan pada produk-produk lokal.

Sejumlah kontribusi kurator Pekan Kebudayaan Nasional 2021 itu , diantaranya menggelar  Semarang Fashion Trend, Pemeran Pikat Wastra Nusantara & Fanky Kebaya, Sarasehan Review Produk UMKM, dan hadir di Car Free Day Simpang Lima untuk mendukung program Pemkot terkait pangan non-beras. (Aji)