Helo Indonesia

Timothy Ronald Sang Raja Crypto Diduga Diperiksa Pihak Berwenang: Rp139 Triliun

Faisal Akbar - Ragam -> Trending
Selasa, 2 Juli 2024 17:31
    Bagikan  
Timothy Ronald Sang Raja Crypto Indonesia
YouTube/Timothy Ronald

Timothy Ronald Sang Raja Crypto Indonesia - Dikabarkan diperiksa pihak berwenang usai beredar kabar pencucian uang kripto oleh Jokowi April lalu.

HELOINDONESIA.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyinggung kekhawatirannya terkait maraknya penggunaan aset kripto untuk pencucian uang (TPPU).

Menurutnya, nilai transaksi TPPU melalui aset kripto mencapai 8,6 milliar dollar AS di tahun 2022 atau setara Rp139 triliun secara global.

“Data crypto crime report menemukan ada indikasi pencucian uang melalui aset kripto, ini sebesar 8,6 miliar dollar AS di tahun 2022. Ini setara dengan Rp139 triliun,” ujar Jokowi dilansir Helo Indonesia dari Instagram @mediatalkviral pada 18 April 2024 lalu.

Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat aset kripto, instrumen virtual, NFT, lokapasar, uang elektronik, hingga kecerdasan buatan (AI) berisiko dimanfaatkan oleh para pelaku TPPU.

Timothy Ronald Diduga Diperiksa Pihak Berwenang

Baca Juga : Sakit Hati! Riyuka Bunga Ungkap Sosok Asli Heri Horeh, Ungkit Jasa Hingga Gugat Harta

Di tengah kekhawatiran Jokowi, beredar kabar bahwa Timothy Ronald, yang dikenal sebagai 'Raja Crypto Indonesia', dikabarkan diperiksa oleh pihak berwenang.

Kabar tidak sedap jargon 'Mc Laren' ini berasal dari ekonom senior, Teguh Hidayat.

“Barusan baca, lagi rame Indra Kenz jilid dua tp bukan di binomo, melainkan crypto/bitcoin.,” ungkap Teguh Hidayat di akun twitter-Nya @investorgabut pada 2 Juli 2024.

Kecurigaan tersebut semakin lebar, ketika netizen memergoki Timothy Ronald menghapus beberapa kontennya di sosial media, yang sebelumnya banyak terunggah.

Lantas hal itu menuai beragam komentar dari netizen.

Baca Juga : Kronologi Zhang Zi Jie Meinggal Dunia, Pebulu Tangkis China Alami Kejang di Tengah Laga BAJC 2024

“Gmn gak diperiksa lha wong duit cucian sebanyak itu malah ‘kelunturan’ semua?,” tulis @yanpanjie.

“Mungkin karena make bitget sama binance atau bybit karena kemungkinan ilegal,” komentar @Per4031056.