Helo Indonesia

China Punya 98 Ribu Bendungan, Korsel 18 Ribu, Indonesia 300 Aja Gak Nyampe

M. Haikal - Nasional
Sabtu, 25 November 2023 23:08
    Bagikan  
Bendungan,
Foto: ist

Bendungan, - Kementerian PUPR terus mengutamakan pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada di berbagai infrastruktur.

HELOINDONESIA.COM - Pembangunan bendungan dan embung sebagai tampungan air di berbagai wilayah Indonesia merupakan salah satu upaya nyata untuk mengatasi ancaman perubahan iklim (climate change). 

Hal tersebut disampaikan  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam acara Seminar Internasional Teknik Hidrolika /Hydraulic Engineer International Seminar (HEIS) 2023 bertajuk “Water Actions Toward Climate Resilience, Green Economy, and Sustainable Development”.

Acara yang diselenggarakan Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) di Kampus Universitas Tarumanegara, Jakarta, Sabtu (25/11/2023) siang itu bertujuan mencari solusi dalam  menghadapi ancaman perubahan iklim (climate change).

Baca juga: Kaesang Akui Bahwa Ia Produk Instan, Tapi Sudah Mengenal Politik Sejak Jokowi Menjabat Wali Kota

"Pemerintah Indonesia harus memperbanyak tampungan air (reservoar), baik itu embung dan bendungan. Dan kita utamakan bendungan agar di saat kemarau masih ada cadangan air yang cukup besar," kata Menteri Basuki. 

Menteri Basuki mengakui bahwa saat ini jumlah bendungan di Indonesia masih jauh jika dibandingkan negara lain seperti Korea Selatan dan China.

 "Kita sebagai negara kepulauan besar harus juga berpikir besar (think big) untuk terus menambah jumlah tampungan air," tambahnya. 

Dia membandingkan dengan pemerintah China.  

Baca juga: Mau Istimewa Ukuran dan Posisi TPS Pasir Gintung, Bayar Rp3-6 Juta

Hingga akhir tahun 2022, China tercatat telah memiliki sekurangnya 98.000 bendungan, lalu Korea Selatan mempunyai sekitar 18.000 bendungan, sementara Indonesia hanya mendekati sekitar 300 bendungan.

Menteri Basuki juga menyatakan pentingnya memperhatikan dan memodifikasi desain bendungan agar dapat berfungsi optimal dalam pemanfaatan air, baik di musim kemarau dan hujan. 

"Tidak kalah penting adalah memperbarui desain bendungan. Dimana semua bendungan harus punya pintu air agar dapat dioperasikan optimal dalam musim hujan dan kemarau," ujarnya.

Ditambahkan Menteri Basuki bahwa Kementerian PUPR terus mengutamakan pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada di berbagai infrastruktur. 

Baca juga: Atikoh Ganjar Ultah ke - 52, Didoakan Santri dan Jemaah Majelis Taklim Ponpes Al Washilah

"Sebagai contoh pembangkit listrik tenaga surya terapung (floating solar energy) yang memanfaatkan 20% luas permukaan genangan bendungan. Terdapat potensi tenaga listrik sebesar 4.800 Megawatt (MW) potensi dari "floating solar energy", dari seluruh bendungan yang ada," katanya.

Selain itu, lanjutnya, Kementerian PUPR juga telah memanfaatkan 23 bendungan eksisting yang dibangun oleh Kementerian PUPR sebagai pembangkit listrik tenaga air. 

"Kapasitas listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga air baru berkisar 9% dari seluruh jenis pembangkit listrik di Indonesia yang dihasilkan," ujarnya.

Terakhir Menteri Basuki berpesan agar para ahli di bidang Sumber Daya Air (SDA) yang tergabung di HATHI terus beradaptasi dalam pemanfaatan perkembangan teknologi. 

Baca juga: APBDP Tanggamus Defisit, Aparat Pekon Ada yang Pinjam Rentenir

"Saat ini sudah berkembang teknologi baru kecerdasan buatan/Artificial Intelligence (AI). Teknologi AI harus bisa dikembangkan pemanfaatannya untuk pengelolaan SDA seperti dalam mengatasi banjir dan air baku," ujarnya.