Helo Indonesia

Semua Pemain Andalan PSIS Semarang Ditawar Klub Lokal dan Asing, CEO Yoyok Sukawi Mati-matian Mempertahankan

Kamis, 4 Januari 2024 18:26
    Bagikan  
TIM PSIS
psis official

TIM PSIS - Tim PSIS Semarang masih tetap mempertahankan pemain andalan mereka hingga akhir musim kempetisi Liga 1 2023/2024

HELOINDONESIA.COM - Keluh kesah masalah finansial PSIS Semarang yang pernah diungkapkan Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang, Yoyok Sukawi berdampaknya banyaknya tawaran dari klub lain.

Namun Yoyok pun menjelaskan jika fenomena pindahnya pemain memang biasanya tak lepas dari situasi keuangan klub.

Klub biasanya melepas pemain andalan karena memang terjepit masalah keuangan, dan itu satu-satunya jalan yang harus dilakukan.

Baca juga: CEO PSIS Sebut Akan Lepas Pemain Andalan Jika Benar-benar Kehabisan Duit, Tapi Sejauh ini Belum

Seperti yang dialami pemain Arema FC Gustavo Almeida dan Madura United, Junior Brandao, semuanya sangat mengejutkan bagi klub lain namun bagaimana lagi.

Kedua penyumbang gol terbanyak sementara itu harus bergabung ke Persija sementara Junio Brandao bersama Bhayangkara FC, keduanya mengoleksi 14 gol hingga pekan ini.

Situasi seperti utu sebenarnya tak hanya terjadi di Indonesia, diluar negeri pun sama, banyak pemain andalan dilepas karena masalah finansial.

Baca juga: CEO PSIS Akan Bertanya Gali Freitas dan Marukawa Soal Kontrak Tahun Depan, Apakah Hatinya Masih di Semarang atau Tidak

Seperti halnya yang terjadi di PSIS Semarang, meski mengalami masalah finansial, namun manajemen masih bisa mengatasinya.

"Buktinya Mahesa Jenar tak harus menjual pemain-pemain andalan untuk mendapatkan dana segar," ujar Yoyok disampaikan kepada wartawan di Semarang, Rabu (3/1/2024).

Yoyok bersyukur jika di PSIS tidak sampai harus menjual pemain andalannya, sejauh ini pemain yang dilepas sesuai rekom dari pelatih, karena kurang menit bermain.

CEO PSIS mengakui jika pemain andalan Mahesa Jenar banyak digoda klub lain, salah satunya Paulo Gali Freitas.

Baca juga: Berani Lihat? Sinopsis Film Horor Trinil Kembalikan Tubuhku

Namun Yoyok mengaku lega bisa mempertahankan pemain andalan seperti Gali Freitas tetap masih bersama PSIS.

Jika PSIS benar-benar kehabisan uang maka mau tidak mau harus dilepas, namun kenyataannya di PSIS tidak terjadi karena sejauh ini masih bisa dicarikan solusi.

Tekait pemain andalan PSIS Semarang Yoyok mengungkapkan menjadi tantangan besar yang harus dihadapi untuk mempertahankan pemain andalan.

Baca juga: Waduh Hadapi Borneo FC Pelatih Gilbert Sebut PSIS Seperti ini, Siap-siap Pulang Gigit Jari

Selain Gali Freitas, Yoyok menyebut Carlos Fortes juga berusaha digoda PSS Sleman, namun mereka hatinya masih di PSIS Semarang.

"Banyak pemain asing PSIS Semarang yang diminati oleh tim lain, termasuk tim luar negeri pada bursa transfer akhir tahun ini," beber Yoyok menjelaskan.

Bahkan Gali Freitas juga diminati hampir semua tim, termasuk dari luar negeri juga, manajemen masih tetap mati-matian mempertahankan pemain andalan itu.

Baca juga: Langkah ini yang Dilakukan Manajemen PSIS Semarang Setelah Terjadi Aksi Kericuhan Suporter

Begitu juga dengan Alfeandra Dewangga sempat ingin direkrut klub asal Thailand, termasuk Taisei Marukawa juga digoda klub luar negeri.

Meski demikian amunisi-amunisi berkualitas ini tetap akan dipertahankan manajemen PSIS semarang hingga bursa tranfer berakhir.

Baca juga: Desember Kelabu! PSIS Semarang Menghadapi Laga Berat Bulan ini, Bakal Menguras Tenaga

Menurut Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah ini penawaran semacam itu bisa mengganggu konsentrasi para pemain, namun beruntung mereka tetap memilih melanjutkan kontrak bersama Mahesa Jenar.

Yang pasti menurut Yoyok tahapan bursa transfer musim kemarin sudah dilewati dan seluruh pemain PSIS masih ingin bertahan dan akan bersama PSIS hingga akhir musim kompetisi. **