HELOINDONESIA.COM - Setelah Partai Demokrat menyatakan mencabut dukungan terhadap Anies Baswedan, partai yang dipimpin AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) itu belum menentukan arah koalisinya.
Demokrat juga tidak lagi ngotot untuk menjagokan AHY sebagai cawapres (calon wakil presiden), kalau bergabung ke salah satu koalisi, yaitu koalisi Prabowo atau koalisi Ganjar Pranowo.
Yang menarik belakangan muncul wacana memasangkan Airlangga Hartarto dengan AHY (Airlangga-AHY). Ini terlihat dalam unggahan akun Beringin Muda di X (Twitter).
“Pasangan 414, Airlangga Hartarto-AHY, Partai Golkar-Demokrat,” ungkp Beringin Muda dengan akun @AchmadAnnama, yang diunggah 8 September 2023.
Baca juga: PPP Heran Soal kabar Ridwan Kamil Jadi Cawapres Ganjar : Golkar Bukan Bagian Koalisi PDIP
Akun itu menambahkan bahwa pasangan tersebut ramai dibicarakan. “Ramai Dibicarakan Kader Beringin. Sekedar informasi,” tambahnya.
Mantan Sekjen Kementerian BUMN Muhammad Said Didu langsung menanggapi kabar itu, menurutnya, wajar kalau Partai Golkar maju sebagai capres, karena sebagai partai terbesar kedua.
“Ide bagus. Tidak wajar jika Partai @Golkar5 sbg pemenang kedua hanya jadi penari latar,” ujar Said Didu via akun @msaid_didu.
Baca juga: Jadwal Pendaftaran Capres-Cawapres Dimajukan 10 Oktober, Begini Penjelasan KPU
Dia mendorong itu, dan menyebut Golkar tak layak sebagai penari latar, namun tanpa basa-basi kemudian mempertanyakan keberanian partai beringin itu..
“Masalahnya apakah Ketum PG berani berbeda dg Presiden ?” ujar Said Didu. Pertanyaan ini wajar karena saat dulu Airlangga bertemua Anies Baswedan, tak lama kemudian diperiksa Kejaksaan Agung.
Soal lemparan wacana tersebut pihak Partai Demokrat ada yang menilai bagus, ada yang baru ingin menyimak. Ossy Dermawan sebagai orang dekat SBY, menyatakan hal itu cakep.
Baca juga: Antony Ditendang dari Timnas Brasil Gegara Tuduhan Pelecehan
“Cakep, ujar @OssyDermawan. Langsung disambut Beringin Muda, “Waini … Komando bang.”
Ada lagi yang menyambut wacana Airlangga-AHY, akun Beringin Muda tampaknya juga sangat serius. Sebab, menurutnya hal ini disampaikan karena sesuai Munas dan Rapimnas Partai Golkar.
“Kami Sudah Sampaikan sesuai Munas dan Rapimnas. Kader Partai Golkar harga mati, Capres dan Cawapres,” ujarnya.
Baca juga: Senggolan Badan, Pergelangan Tangan Kiri Korban Nyaris Putus
Dia kemudian mengingatkan bahwa yang akan berpasangan dengan Prabowo adalah nama-nama erick Thohir, Yenny Wahid, Gibran, itu tidak ada yang kader Golkar. Sedangkan Airlangga Hartarto sebagai capres atau cawapres adalah amanat Munas dan Rapimnas.
“Kalau yang disebut... Erick Thohir, Yenny Wahid, Gibran., Nggak ada yang kader kami. Itu kan sinyal. Gimana dong” ujarnya.
Soal angka 414 itu ternyata pasangan nomor kedua parpol, yakni Gokar nomor 4, dan Demokrat nomor 14. Jadi pasangan kompak.
Netizen Lintang ayravi (@HijauDaun_84) mengusulkan RK-AHY (Ridwan Kamil-AHY), Beringin Muda pun menolak, karena RK masih pendatang baru di Golkar.
“Kalo Rk - AHY gmn bang,kan Rk jg kader Golkar elektabilitasnya Lumayan dan BS naik LG..,” ujar akun itu. “Banyak belajar dulu RK sebagai newcomer di Partai Golkar,” katanya.
Netizen Jupri_R @Jupri56024559 menyemangati bahwa pasangan Airlangga-AHY menyebut itu yang dicari, soal menang atau kalah, diikhtiarkan.
“Erlangga dapet jadi Capres dan AHY dapet jadi Cawapres. Semua senang. Itu yang dicari. Soal menang kalah nanti diikhtiarkan,” ujarnya.
Beringin Muda menyambut baik. “Everybody happy. Berjuang juga lebih nyaman. Menang-kalah biasa.... Dalam sebuah pertempuran di politik, kita bisa mati... Lalu hidup lagi berkali-kali,” ujarnya. (**)
