HELOINDONESIA.COM - Ujian Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN) melalui Sistem Seleksi Elektronik jalur Mandiri yang digelar pada Kamis (20/7/2023) dinilai berantakan.
Pasalnya, banyak peserta mengeluhkan terganggunya sistem ujian online yang mereka jalankan. Sehingga, kondisi tersebut sangat merugikan peserta ujian yang sudah membayar syarat untuk ikut ujian.
Salah satu keluhan di antaranya tidak keluarnya soal gambar, paragrafnya tidak jelas, cerita dan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang acak-acakan.
Calon mahasiswa berinisial S itu juga mengaku mendapatkan soal dan jawaban yang tidak sesuai.
Baca juga: Sah! Perjanjian Pekerjaan Sudah Diteken, Pembangunan Pasar Weleri Kendal segera Dimulai
Dari tangkapan layar yang diterima redaksi, dia mencontohkan seperti pada subtest TPA.
"Soal penjelasan kanker, namun pilihan jawabannya "istighfar"," tulisnya.
Tak cuma itu, lanjutnya, ada juga subyek bahasa Indonesia, namun ia lupa dengan kendalanya.
Lalu soal ujian Bahasa Inggris, kebanyakan tidak terlihat paragrafnya. Sehingga banyak peserta dari sesi 1 mengalami kesulitan dalam pencarian paragraf.
Baca juga: 70 Pengacara Muda Diterjunkan KONI Kota Semarang untuk Dampingi Atlet Porprov
Alhasil, ujian yang waktunya dibatasi tersebut tidak bisa diselesaikan dengan sempurna.
Beberapa calon mahasiswa itu sempat mempertanyakan masalah tersebut ke pusat layanan help desk dengan nomor +62 878 7765 7965.
Lucunya, jawaban dari help desk menjawab walau pun salah dianggap betul.
"Iya kak, untuk soal dan jawaban yang tidak nyambung akan dianalisir menjadi betul," demikian isi jawaban helpdesk dengan nomor kontak +62 878 7765 7965.
Baca juga: Tak Sekedar Lalapan Kaya Nutrisi, Berikut Beragam Manfaat Kesehatan Daun Kemangi
Nomer layanan itu juga justru membenarkan sistemnya memang bermasalah.
"Iya kak karena ini masalah dari sistemnya maka kita tidak akan menyalahkan peserta jika soal ujian nya tidak diisi dengan baik. Masalah ini kami sampaikan ke pusat panitia Pmb UIN Jakarta. Mohon maaf atas kendala nya kak," demikian jawaban dari operator tersebut.
Saat dikonfirmasi melalui layanan email oleh Heloindonesia.com pada layananpmb@uinjkt.ac.id terkait berantakannya, ujian penerimaan mahasiswa dan mahasiswi baru, hingga berita ini ditulis belum dijawab.
Ustadz Jailani Kiki, pengurus alumni Ikatan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyayangkan ujian SPMB yang berantakan di Universitas Islam terbesar di Indonesia itu.
Baca juga: Kaki Buntung Maling Motor Antarkabupaten Kota di Lampung
Ustadz Kiki mengatakan bahwa UIN saat ini sudah tidak lagi fokus pada pendidikannya, tapi pada industri.
"Artinya fenomena umum bahwa pendidikan ini tidak mengarah kepada keseriusan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. Dari ujian ini saja terlihat berantakan banget panitianya," ucapnya.
Ustadz Kiki mengatakan bahwa UIN saat ini hanya mengejar kuantitas dan meninggalkan kualitas pendidikan.
"Target empat tahun harus selesai. Ruang untuk mengembangkan mahasiswa fakultasnya di forum-forum diskusi sudah tidak diberi kesempatan lagi. Jadi nggak ada lagi tuh kelulusan 7 atau 9 tahun, tapi empat tahun harus kelar," paparnya.
Baca juga: Astaga, Anggota DPRD DKI Terekam Main Judi Slot Saat Rapat Paripurna
Dengan target kelulusan cepat, lanjut Ustadz Kiki, pengalaman di lapangannya jadi kurang.
"Terkesan tidak lagi mencetak lulusan yang mateng dengan keilmuannya. Untuk mengembangkan kualitasnya di forum-forum diskusi, di luar kampus, pengembangan bakatnya, memang dengan sendiri dituntut perkuliahan cepat selesai. Kualitasnya menurun ketimbang UIN masa lalu," jelasnya.
Ustadz Kiki menceritakan di zamannya, kuliah ada yang sampai tujuh tahun.
"Kenapa lama? Karena sebagian mereka menempa diri di luar, punya kemampuan untuk hidup dengan kapasitas mereka. Lebih banyak kiprahnya ke lembaga kemasyarakatan," paparnya.
Soal banyaknya eror saat ujian, tambahnya lagi, karena tidak diantisipasi.
Baca juga: Jangan Sampai Keliru, Berikut 13 Mitos Seputar Kanker Paru-paru yang Perlu Anda Tahu
"Kelalaian atau human eror dengan sistem yang tidak baik. SDM-nya tidak megantisipasi. Sangat merugikan. harus ada perbaikan secepatnya. Memberikan kompensasi untuk menyelamatkan peserta ujian," paparnya.
Sementara itu, pemerhati pendidikan agama, Ustadz Faisal Romdonih mengimbau UIN Syarif Hidayatullah untuk lebih profesional lagi.
"Masa' sekelas UIN urusan IT aja gak mampu. Padahal punya anggaran yang besar," ucap ustadz Romdonih.
Dia mengimbau agar pihak UIN Syarif Hidayatullah memberikan soal-soal yang lebih baik, lebih jelas agar siswa mengerti akan soal-soal pendidikan.
Baca juga: Bekas Luka Akibat Jerawat Mengganggu Penampilan Anda? Tenang, Begini Cara Alami Menghilangkannya
"Bagaimanapun juga lembaga pendidikan adalah salah satu upaya untuk mencerdaskan generasi anak bangsa yang akan datang," paparnya.
Ustadz Romdonih melanjutkan, lembaga pendidikan harus dapat menyiapkan soal-soal dengan baik.
"Paling tidak soal-soal sebelum dipublish, agar dikoreksi lebih dahulu," katanya
Bicara soal kesiapan IT, lanjut Romdonih, seharusnya berkorelasi dengan SDM.
"Ini pentingnya lembaga pendidikan memiliki SDM yang memiliki kemampuan kompetensi pada setiap unit-unit tertentu. Harus diseleksi dengan ketat," tandasnya.
