HELOINDONESIA.COM - Pengomposan adalah cara sederhana dan efektif untuk melawan limbah makanan dan mengurangi dampak lingkungan Anda. Pengomposan juga dapat membantu Anda dalam menumbuhkan tanaman karena kandungan kompos yang dihasilkan dapat memperkaya nutrisi tanah, meningkatkan retensi air hingga mencegah erosi, dan mengurangi kebutuhan pupuk sintetis di kebun Anda. Tapi yang terbaik dari itu semua adalah, kegiatan pengomposan ini dapat dengan mudah dilakukan di rumah, terlepas dari apakah Anda memiliki kebun ataupun tanaman dalam pot.
Apa itu pengomposan?
Kompos adalah jenis bahan organik yang dapat Anda tambahkan ke tanah untuk membantu pertumbuhan tanaman. Untuk membuatnya, Anda hanya perlu mengumpulkan bahan-bahan alami yang biasanya akan Anda buang, seperti sisa makanan, dedaunan, dan potongan ranting di pekarangan, dan membiarkannya terurai seiring waktu. Ada beberapa alasan mengapa Anda harus mulai mempertimbangkan pengomposan di rumah
Apa yang bisa Anda buat kompos?
Sebelum Anda memulai pengomposan, penting untuk memahami item mana yang dapat Anda buat kompos dan mana yang harus Anda hindari pengomposan.
Baca juga: Tekokak, Tanaman Liar Ajaib yang Bisa Turunkan Asam Urat Hingga Cegah Penyakit Jantung
Apa yang bisa dijadikan kompos
Banyak bahan organik yang dapat dikomposkan, termasuk sisa makanan, potongan rumput, dan beberapa barang lainnya. Berikut adalah beberapa item yang dapat Anda kompos:
- buah dan sayuran kulit dan sisa
- buah dan sayuran busuk
- bubuk kopi dan filter kertas
- daun-daun teh
- Cangkang telur
- kulit kacang (selain kenari)
- rambut dan bulu
- kertas, karton, dan koran robek
- serbet, handuk kertas, dan kertas toilet yang tidak terpakai
- potongan rumput
- daun-daun
- bunga-bunga
- serbuk gergaji
- serpihan kayu
Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk mulai membuat kompos di rumah.
1. Buat tumpukan kompos Anda
Langkah pertama pengomposan adalah menentukan di mana Anda ingin tumpukan atau tempat sampah kompos Anda.
Cobalah untuk memilih lokasi luar ruangan dengan naungan parsial dan banyak drainase. Penting juga untuk memilih area yang mudah diakses tetapi jauh dari binatang, termasuk hewan peliharaan dan satwa liar.
Baca juga: Bermasalah Dengan Kolesterol? Tanaman Ini Ampuh Jadi Obat
Tumpukan Anda harus memiliki lebar dan tinggi minimal 3 kaki (91 cm), yang merupakan ukuran yang dapat diatur untuk sebagian besar tukang kebun dan memastikan tumpukan dapat menahan panas. Panas dihasilkan selama proses pengomposan saat bakteri memecah bahan organik.
Sebagai alternatif, Anda dapat menggunakan tumbler kompos, yaitu wadah yang dirancang agar lebih mudah untuk memutar dan mencampur bahan pengomposan Anda.
2. Mulailah menambahkan bahan
Setelah Anda memilih lokasi untuk tumpukan kompos, Anda siap untuk mulai menambahkan bahan. Biasanya disarankan untuk mengganti bahan hijau dan coklat berlapis-lapis. Istilah "bahan hijau" mengacu pada barang-barang seperti sisa makanan dan pekarangan, sedangkan "bahan coklat" termasuk barang kaya karbon seperti cabang, kertas, jerami, dan serpihan kayu.
Meskipun pelapisan tidak diperlukan, ini membantu memastikan bahwa Anda mempertahankan keseimbangan yang tepat antara material hijau dan cokelat untuk mengoptimalkan proses dekomposisi.
Mulailah dengan membuat lapisan bahan cokelat besar berukuran 4–8 inci (10–20 cm), seperti ranting, di bagian bawah tumpukan untuk menyediakan aerasi dan drainase. Kemudian, lapisi bahan hijau dan cokelat secara bergantian hingga tempat sampah Anda penuh. Pastikan untuk menambahkan sedikit air ke setiap lapisan agar tetap lembab.
Baca juga: Dikenal Sebagai Penyedap Aroma Khas Makanan, Tanaman Basil juga Miliki 4 Manfaat untuk Kesehatan
3. Aduk tumpukan secara teratur
Anda harus membalik tumpukan secara teratur untuk memastikan pengomposan yang efisien. Untuk melakukannya, gunakan sekop atau garpu rumput untuk membalik dan memutar bahan, yang membantu mendistribusikan udara dan kelembapan secara merata. Seberapa sering Anda perlu membalik kompos bergantung pada banyak faktor, termasuk ukuran tumpukan, jumlah kelembapan, dan rasio bahan berwarna cokelat dan hijau.
Sebagai pedoman umum, Anda harus mulai dengan membalik tumpukan Anda setiap 4–7 hari. Saat kompos Anda mulai matang, Anda mungkin perlu lebih jarang membaliknya. Meskipun sebagian besar kelembapan di tumpukan kompos Anda seharusnya berasal dari hujan, Anda mungkin perlu menyiramnya sesekali agar tetap lembap. Jika tumpukan menjadi basah, Anda dapat menambahkan bahan cokelat ekstra atau memutarnya lebih sering untuk menghilangkan kelembapan berlebih.
4. Gunakan kompos Anda
Diperlukan waktu mulai dari beberapa minggu hingga satu tahun agar bahan Anda benar-benar terurai, tergantung pada berbagai faktor, seperti ukuran tumpukan, jenis bahan yang digunakan, tingkat kelembapan, dan iklim.
Baca juga: 15 Manfaat Kesehatan Tanaman Putri Malu, Dari sekedar Obati Batuk, Hingga Bikin Istri Tunduk
Membalik tumpukan secara teratur, menjaganya tetap lembab, dan memotong-motong sisa menjadi potongan-potongan kecil dapat mempercepat prosesnya.
Saat siap digunakan, kompos Anda akan tampak berwarna coklat tua dan rapuh, mirip dengan tanah. Itu juga harus memiliki bau yang kaya dan bersahaja dan bebas dari potongan material yang besar.
Anda dapat menggunakan kompos dengan mencampurnya dengan tanah di pot, menaburkannya ke permukaan kebun Anda, atau menggantinya dengan mulsa.
Anda juga dapat menyeduh teh kompos sendiri dengan merendam sedikit kompos dalam air selama 24–48 jam. Kemudian, saring campuran tersebut dan semprotkan ke tanaman untuk memberikan nutrisi yang bermanfaat dan meningkatkan pertumbuhan kebun Anda.
