Helo Indonesia

Ulama dan Kiai NU Nyaman dengan Ganjar Mahfud, PBNU Dibikin Kisruh, Muncul Marketing Politik Dukung Prabowo-Gibran

M. Haikal - Nasional -> Politik
Selasa, 9 Januari 2024 22:08
    Bagikan  
Manuver Politik,
Foto: ist

Manuver Politik, - Muzakki Kholis, Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta membongkar manuver salah satu pengurus PBNU yang mengarahkan dukungan ke Prabowo-Gibran.

HELOINDONESIA.COM - Adanya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama saat ini dinilai menjadi marketing pemenangan Pilpres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, membuat kalangan Nahdliyyin kisruh.

Kondisi ini bermula dari manuver Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU, Sulaiman Tanjung yang dinilai melakukan kegenitan politik.

Sebagai pengurus PBNU, Sulaiman Tanjung dinilai seperti para politisi, tim sukses atau bahkan marketing politik bagi Calon Pasangan Prabowo-Gibran.

Lewat klarifikasinya terhadap Deklarasi Keluarga Besar Nahdlatul Ulama atau KBNU yang mendukung paslon Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, Sulaiman dianggap telah melakukan bersih-bersih isu miring.

Baca juga: Musim Tanam Segera Dimulai, Kuota Pupuk Bersubsidi Dikurangi, Petani Ponorogo Bisa Kejang-kejang

"Dia (Sulaiman) melakukan pencitraan bahwa Nahdlatul Ulama solid mendukung Prabowo Gibran," papar Muzakki Kholis, Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta dalam press release yang dikirimkan ke redaksi pada Selasa (9/1/2024).

Menurutnya, langkah Sulaiman itu merupakan bagian dari upaya PBNU melakukan laporan kepada Presiden Jokowi bahwa mereka sudah bekerja sesuai komitmen mendukung Prabowo-Gibran.

"Saya melihat salah satu Wasekjen PBNU yang sudah melakukan klarifikasi terkait dukungan KBNU itu adalah upaya yang justru kontra produktif dengan apa yang disampaikan Ketua Umum PBNU selama ini, bahwa PBNU dan seluruh struktur ke bawahnya adalah netral," tegas Kiai yang akrab dipanggil Gus Kholis itu.

Dia menyatakan bahwa PBNU sejatinya tidak memihak kepada salah satu pasangan calon tertentu. 

Baca juga: Kodim 0175/Kendal Gelar Karya Bakti dengan Tanam Pohon dan Penyaluran Sembako

"Ini membuka mata kita bahwa ada pengurus PBNU sudah melakukan marketing politik, ini seolah sebagai bentuk laporan dari pekerjaan yang selama ini mereka (Sulaiman) terima," terangnya.

Menjadi kerjaan politik, lanjutnya karena terbukti dari daerah-daerah dia mendapatkan laporan, tokoh-tokoh atau pengurus NU mendapat perintah untuk memenangkan Prabowo Gibran.

"Menurut saya perintah memenangkan Prabowo Gibran tidak ilmiah sama sekali, jauh panggang dari api," terangnya.

Alih-alih mendukung kader NU yang menjadi pasangan calon Presiden, seperti Muhaimin atau Prof. Mahfud MD, lanjut Gus Kholis, tapi malah mendukung paslon yang tidak ada NU'nya sama sekali. 

Baca juga: 3 Capres Punya Jejak Dosa Masa Lalu Soal Lingkungan Hidup, Ustadz Kiki LPL: Prabowo Pilihan Terburuk

Dia mengatakan bahwa kondisi ini miris sekali. 

"PBNU biar netral saja, sesuai khittoh 1926, PBNU tidak mengarahkan calon tertentu," jelasnya. 

Justru, lanjut Gus Kholis, saat ini ketika melihat di lapangan ulama-ulama Nahdlatul Ulama atau para kiai kiai NU dan nahdliyyin pada umumnya lebih nyaman dengan pasangan Ganjar Mahfud.

Baca juga: Inilah Daftar Lima Pemain PSIS Semarang yang Kontraknya Berakhir April hingga Juni 2024, Termasuk Fortes dan Vitinho

"Akan ada banyak kemaslahatan jika mendukung paslon no 3 ini.Terutama dianggap mampu menyelesaikan permasalahan paling mendasar yaitu korupsi, kolusi dan nepotisme yang terjadi di negara Indonesia," tandasnya.