Helo Indonesia

Sebulan Tak Digaji, Pekerja Renovasi SMAN Wayjepara Mogok Kerja

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Jumat, 29 September 2023 15:37
    Bagikan  
Sebulan Tak Digaji, Pekerja Renovasi SMAN Wayjepara Mogok Kerja

Para pekerja proyek saat istirahat (Foto Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Sebulan gaji tak dibayar, puluhan tukang renovasi gedung SMAN Way Jepara Lampung Timur mogok kerja. Akibatnya, renivasi berbagai fasilitas sekolah dengan seribu lebih siswa itu terbengkalai.

Salah seorang tukang mengatakan, dirinya bersama puluhan tukang lain yang berasal dari Lampung Tengah telah bekerja merenovasi berbagai fasilitas di SMAN Way Jepara sejak tiga bulan terakhir.

Pekerjaan awal yakni membongkar sejumlah fasilitas seperti ruang belahar siswa, ruang kepala sekolah, tata usaha dan ruang lainnya.

Setelah dibongkar, renovasi gedung senilai Rp 2,469 miliar yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2023 itu mulai dibenahi kembali. Dan saat ini renovasi telah mencapai lima puluh persen.

Baca juga: PWI Lamtim Minta Pelaku Kejahatan Seksual Dikebiri

Awalnya, pihak kontraktor membayar gaji mereka secara normal sesuai kesepakatan. Tapi, sejak sebulan terakhir, pemilik proyek pusat itu tak kunjung membayar gaji mereka.

Karena sebulan gaji belum juga dibayar, puluhan tukang itu lebih memilih mogok kerja. Dan untuk mempertahankan hidup mereka, salah satu mandor terpaksa menjual motor miliknya.

"Proyek ini nilainya miliaran. Masa iya gaji kami belum dibayar hingga sebulan," ujarnya.

Meskipun belum dibayar hingga sebulan, pulang tukang dari kabupaten tetangga itu masih bertahan di tempat bekerja dan belum pulang ke kampung halaman.

Baca juga: Soal Kandidat Cawapres, Ganjar : Semua Isunya Menguat

"Kami masih menunggu hak kami yang sebulan belum dibayar. Setelah itu jika masih terjadi lagi, kami terpaksa pulang kampung," ujarnya yang diamini tukang lain.

Oleh sebab itu, karena mereka telah berbulan-bulan meninggalkan keluarga, mereka minta pemilik proyek segera membayar gaji mereka. Apalagi masa kontrak kerja proyek miliaran itu hampir berakhir.

"Kami mohon pihak kontraktor segera memenuhi kewajibannya. Itu hak kami," pungkasnya.

Kepala SMAN Way Jepara Suparwan mengatakan, sejak awal proyek renovasi berbagai fasilitas sekolah yang dipimpinnya itu pihak sekolah hsnya terima beres dan semuanya tanggung jawab pihak pelaksana atau kontraktor.

Jadi terkait nasib puluhan tukang yang gajinya sudah sebulan belum dibayar, hal itu bukan tanggung jawab pihak sekolah "Saya sangat prihatin kenapa hal itu bisa terjadi. Mereka jauh-jauh meninggalkan keluarga, karena berharap upah," tegas Suparwan.

Baca juga: Jadwal MotoGP 2024 Ditambah Dua Seri, Marc Marquez dan Fabio Quartararo Protes Keras Karena Hali Ini

Mantan Kepala SMAN Purbolinggo itu minta pelaksana proyek hendaknya memenuhi kewajibannya dengan membayar gsji tukang tepat waktu. Apalagi proyek yang dikucurkan pusat itu nilainya miliaran.

"Atas nama pimpinan sekolah, saya minta kontraktor memenuhi kewajibannya. Jangan sampai terjadi hal yang tidak kita inginkan terjadi," ujar Suparwan.

Dia juga menegaskan, agar renovasi berbagai fasilitas sekolah dengan jimlah siswa seribu lebih itu berkualitas, pihaknya menggandeng Kejaksaan Tinggi Lampung mengawasi atau memeriksa proyek miliaran itu.

"Saya sudah mendatangi Kejati Lampung untuk ikut mengawasi proyek ini. Jadi pihak kontraktor jangan main-main. Taruhanya adalah penjara,"tegas Suparwan.
(Khairuddin)