HELOINDONESIA.COM - Menjaga jarak antar kehamilan adalah salah satu hal yang perlu dipikirkan secara matang.
Pemerintah Indonesia pun menghimbau agar masyarakatnya mengikuti program KB (keluarga berencana).
Ada beragam jenis alat kontrasepsi yang tersedia di pasaran untuk mencegah kehamilan.
Baru-baru ini yang sedang viral adalah KB jenis koyo yang mungkin masih asing bagi masyarakat indonesia.
Baca juga: Bicara K-Pop, Anies Sebut Sebagai Investasi Besar-besaran Korsel dalam Jangka Panjang
Alat kontrasepsi jenis ini digunakan dengan cara ditempelkan pada kulit.
KB koyo adalah alat kontrasepsi yang berbentuk persegi tipis dan kecil yang berisikan hormon esterogen dan progestine.
Jika dibandingkan dengan jenis kontrasepsi lainnya, KB koyo lebih mudah digunakan karena hanya perlu ditempelkan pada bagian tubuh wanita yang bersih dan tidak berambut seperti lengan dan punggung.
Cara Kerja KB Koyo:
KB koyo atau kontrasepsi transdermal termasuk dalam jenis kontrasepsi hormonal.
Oleh karena itu, cara kerjanya juga mirip dengan kontrasepsi hormonal lainnya, seperti pil KB kombinasi.
Baca juga: Lawan Vietnam di Final Piala AFF 2023, Timnas Indonesia Hadapi Badai Cedera Pemain
KB koyo ini bekerja dengan cara melepaskan hormon progesteron dan estrogen ke dalam aliran darah.
Pelepasan kedua hormon tersebut berguna untuk mencegah terjadinya proses ovulasi, yaitu proses pelepasan sel telur dari ovarium selama siklus menstruasi.
Jika sel telur tidak dilepaskan, ini artinya tidak ada sel telur yang dapat dibuahi.
Dengan demikian, maka tidak akan terjadi kehamilan.
Selain untuk mencegah ovulasi, pelepasan hormon dari KB koyo juga berguna untuk mengentalkan lendir yang diproduksi di leher rahim (serviks).
Hal ini dapat menghambat laju sperma untuk mencapai sel telur yang mungkin sudah dilepaskan.
Tidak hanya itu, kontrasepsi hormonal juga memiliki efek menipiskan lapisan dinding rahim, sehingga sel telur yang sudah dibuahi akan sulit menempel pada dinding rahim.
Baca juga: Gubernur Arinal Ajak HATHI berkolaborasi dalam Menjaga Pengelolaan SDA
Efektivitas dan Cara Menggunakan KB Koyo:
KB koyo disebut-sebut sangat efektif dalam mencegah terjadinya kehamilan.
Tingkat efektifitasnya pun mencapai 95 persen, yang artinya KB koyo ini cukup efektif untuk mencegah kehamilan.
KB koyo dapat digunakan sesuai dengan siklus menstruasi bulanan seorang wanita.
Untuk mencegah kehamilan dengan efektif, KB koyo sudah harus digunakan sejak hari pertama menstruasi.
KB koyo perlu diganti setiap 7 hari sekali dan digunakan selama 3 minggu berturut-turut.
Kemudian pada minggu ke-4, KB koyo bisa dilepas agar menstruasi kembali berlangsung.
Jika tetap digunakan, umumnya tidak akan terjadi menstruasi.
Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan dalam menggunakan KB koyo:
1. Gunakan KB koyo pada hari yang sama setiap minggu, misalnya jika KB koyo pertama digunakan pada hari Senin, maka gantilah KB koyo pada setiap hari Senin.
2. Bersihkan dan pastikan kulit kering sebelum menempelkan KB koyo.
Baca juga: Pertamax Palsu Pakai Pewarna Textille Produksi Besar-besaran di Lamsel
3. Lepaskan KB koyo lama terlebih dahulu sebelum menggantinya dengan yang baru.
4. Untuk mencegah terjadinya iritasi, pindahkan tempat KB koyo baru dengan yang lama.
5. Tempelkan KB koyo di area yang disarankan, yaitu lengan dan punggung.
6. Usahakan jangan menempelkan KB koyo pada kulit yang terdapat luka atau sedang iritasi.
7. Jangan menempelkan KB koyo di atas make-up, krim, losion, bedak, atau produk kulit lainnya.
8. Jangan melepas KB koyo hingga tiba waktu penggantian.
9. Gantilah KB koyo yang baru jika KB koyo terlepas atau tidak menempel dengan sempurna.
Sebagai catatan, KB koyo bisa menimbulkan efek samping seperti iritasi kulit, kulit gatal, sakit kepala, mual, dan perubahan suasana hati (mood).
Pada perempuan yang berisiko mengalami penggumpalan darah, memiliki berat badan berlebih atau obesitas, menderita hipertensi atau kanker payudara, penggunaan kontrasepsi hormonal, termasuk KB koyo, juga harus dilakukan dengan hati-hati, bahkan sebaiknya dihindari.
Oleh sebab itu, jika ingin coba menggunakan KB koyo untuk mencegah kehamilan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Dengan begitu, dokter bisa menyarankan jenis kontrasepsi apa yang paling cocok dengan kondisi pasien.