HELOINDONESIA.COM - Bakal capres Anies Baswedan bicara soal K-Pop. Ini adalah budaya dari Korea Selatan yang telah mendunia, dimana-mana senang dengan K-Pop, utamanya kaum muda dan ibu-ibu.
Menurut Anies Baswedan, budaya K-Pop adalah investasi besar-besaran dari negara Korsel, baik melalui film, music, dan lainnya.
“Budaya K-Pop yang mendunia hari ini adalah hasil dari investasi besar-besaran negara Korsel sejak dua dekade lalu, dengan mendukung kegiatan seni budaya, baik itu film, musik, teater dan lain sebagainya,” ungkap Anies Baswedan dalam unggahan di X (Twitter) 25 Agustus.
Menurut Anies, kegiatan kebudayaan seperti K-Pop merupakan aktivitas invesgasi jangka panjang, bukan menghasilakan keuntungan komersial secara instan.
Baca juga: Budiman Sudjatmiko Disebut Malin Kundang, Megawati Bukanlah Ibu yang Kejam
“Kita harus mengubah mindset, jangan pandang kegiatan kebudayaan itu sebagai aktivitas yang harus menghasilkan keuntungan komersial secara instan, tapi pandang ini sebagai,” ungkap Anies lagi.
Anies menegaskan, Indonesia adalah bangsa dengan kekayaan budaya yang luar biasa. “Karena itu kita harus kembangkan budaya Indonesia untuk ikut mewarnai dunia,” tandasnya.
Sejunlah netizen memberikan komentasnya. Mereka mendukung apa yang disampaikan Anies, masi skup pebicaraan yang disampaikan masih sempit.
Baca juga: Bertemu SBY, Anies Mendapat Bekal Kampanye, Pagi Ini ke Ketua Dewan Syuro PKS
“Pas banget pak @aniesbaswedan, penjelasan Anda di berbagai video seharusnya memahamkan bangsa ini, bahwa Indonesia butuh sentuhan Anies Baswedan untuk mengelola potensi bangsa dari berbagai bidang, sehingga bangsa ini maju pesat, adil dan makmur,” ungkap netizen @Syaifud30457221.
“Dimulai dari mensupport anak2 muda macam Eka Gustiwana dan Alffy Rev, yang telah mengemas dengan apik budaya Indonesia di kancah internasional,” ujar Afifah Afra (akun @afifahafra79).
“Kebudayaan jangan sampai hanya menjadi ruang kaca etalase pamer budaya. Yang terlupakan oleh para pemangku kekuasaan di republik ini adalah tata kelola kebudayaan sebagai sebuah investasi ekonomi dalam peradaban sebuah bangsa,” ujar netizen @TaufikRendusara. (**)
