HELOINDONESIA.COM - Rematik atau rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun dan inflamasi yang menyebabkan sistem kekebalan malah menyerang sendi dan struktur jaringan sekitarnya (tendon, ligamen, sinovia, otot, sendi, tulang dan otot), dan bisa juga mengenai organ lain.
Kondisi ini termasuk sebagian besar bentuk radang sendi dan spondyloarthropathies (kondisi peradangan tulang belakang), yang biasanya menyakitkan, kronis, dan progresif.
Penyakit ini juga bisa semakin memburuk dari waktu ke waktu sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Diagnosis dan pengobatan dini dapat memperlambat perkembangan penyakit rematik. Rematik atau rheumatoid arthritis memang tidak bisa disembuhkan secara total.
Baca juga: Sudah Diteliti, Berikut 6 Obat Alami untuk Mengatasi TBC yang Mudah Dijumpai di Sekitar Rumah Anda
Namun, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala-gejala yang mengganggu, seperti rasa nyeri dan bengkak. Selain dengan perawatan medis, ada obat rematik alami yang dinilai berpotensi membantu mengurangi gejala, seperti berikut ini:
1. Jahe
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Arthritis, Jahe memiliki sifat anti-inflamasi, termasuk kemampuan untuk menekan molekul inflamasi yang disebut leukotrien dan untuk mensintesis prostaglandin, yaitu zat mirip hormon yang menyebabkan rasa sakit dan peradangan.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada Mei 2019 di jurnal Gene, 70 pasien penderita rematik atau rheumatoid arthritis mengonsumsi 1.500 miligram (mg) bubuk jahe selama 12 minggu.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jahe dapat memperbaiki gejala rematik dengan mempengaruhi ekspresi gen tertentu.
2. Thyme
Thyme memiliki antioksidan tinggi. Menurut penelitian yang dipublikasikan di Pharmacognosy Communications, memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-mikroba yang dapat menjadi terapi untuk rematik.
Faktanya, thyme ditemukan sebagai obat herbal yang paling umum digunakan di kalangan penderita rematik, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan Desember 2018 di Complementary Therapies in Medicine.
Baca juga: 13 Obat Alami untuk Mengatasi Pembengkakan Kelenjar Getah Bening yang Terjadi Karena Infeksi
3. Kunyit
Kunyit termasuk salah satu obat rematik alami karena mengandung curcumin, senyawa yang terbukti mampu mengurangi peradangan dalam tubuh sehingga dapat mengurangi nyeri sendi.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Medicinal Food, selain memiliki sifat antiradang, curcumin pada kunyit juga memiliki efek analgesik.
4. Bawang putih
Bawang putih diketahui mengandung diallyl disulfide, yaitu senyawa antiinflamasi yang membatasi efek sitokin proinflamasi, sehingga nyeri sendi akibat rematik dapat ditangani.
Itulah sebabnya, bawang putih dipercaya bisa melawan peradangan sendi dan mencegah kerusakan tulang rawan akibat radang sendi.
5. Kayu Manis
Selain digunakan sebagai penyedap makanan, kayu manis juga bisa dimanfaatkan sebagai obat penyakit rematik alami. Ini karena kayu manis memiliki kandungan antioksidan yang bisa menghambat kerusakan sel akibat radikal bebas.
Terkadang, rematik juga bisa membuat sendi membengkak. Kayu manis pun dipercaya bisa meredakan pembengkakan itu.
Baca juga: 6 Obat Alami Hilangkan Nyeri Haid, Mudah Didapat di Sekitar Kita
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Nutrition menemukan bahwa ketika wanita dengan rheumatoid arthritis mengonsumsi empat kapsul 500 mg bubuk kayu manis setiap hari selama delapan minggu, mereka mengalami penurunan kadar protein C-reaktif dalam darah yang signifikan.
Ini merupakan protein reaktif penanda peradangan, serta berkurangnya aktivitas penyakit, termasuk persendian yang lunak dan bengkak.
5. Cabai rawit
Cabai rawit ataupun cabai pedas lainnya telah digunakan sebagai obat alami sejak zaman dahulu. Sebab, setiap cabai mengandung senyawa alami bernama capsaicinoids, yang membuatnya masuk dalam daftar obat rematik alami.
Capsaicinoids sebenarnya adalah zat yang memberikan rasa pedas pada cabai. Namun, menurut penelitian, zat ini juga bisa menghabiskan zat P, kandungan yang mengirimkan sinyal rasa sakit dari ujung saraf ke otak. Zat ini juga turut mengirimkan sinyal inflamasi pada persendian.
6. Lada hitam
Lada hitam juga menjadi salah satu rempah yang bisa digunakan sebagai obat tradisional rematik. Bumbu dapur yang dikenal sebagai rajanya rempah-rempahan ini memiliki sifat antiinflamasi, antioksidan, dan antibakteri.
Penelitian membuktikan komponen kimia lada hitam seperti piperine, sangatlah efektif untuk mengobati peradangan akut.
Baca juga: Jangan Dianggap Sepele, Berikut 12 Obat Alami untuk Mengobati Sariawan di Mulut Anda
7. Cengkeh
Sakit perut, mual, radang mulut dan tenggorokan, hingga rematik adalah segelintir penyakit yang ternyata bisa diobati dengan cengkih. Rempah-rempahan yang sering dijadikan tambahan dalam minuman teh ini ternyata bersifat antiinflamasi juga.
8. Green Tea
Green tea adalah bahan alami yang bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal rematik. Teh hijau mengandung polifenol, zat antioksidan yang bisa membantu mengurangi peradangan, melindungi persendian, dan memicu respon imun yang bisa meringankan nyeri akibat radang sendi.
Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Rheumatic Diseases membandingkan efek teh hijau dan teh hitam untuk mengobati radang sendi.
Hasil penelitian menemukan bahwa ekstrak teh hijau memiliki efek antiinflamasi yang lebih bagus daripada teh hitam. Karena manfaatnya inilah, green tea sering dijadikan obat tradisional untuk mengatasi rematik.
9. Lidah buaya
Bukan hanya bagus untuk kulit, lidah buaya juga bisa dimanfaatkan untuk obat alami penyakit rematik. Ini tidak lepas dari kemampuannya sebagai agen anti-inflamasi.
Menurut penelitian pada hewan, lidah buaya terbukti bisa merangsang kekebalan dan produksi antibodi saat terjadi peradangan. Namun, manfaatnya pada manusia masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Baca juga: 15 Obat-obatan Alami untuk Membantu Mempercepat Penyembuhan Penyakit Tipes
10. Kayu putih
Minyak kayu putih umumnya terkenal dimanfaatkan sebagai obat sakit perut atau masuk angin. Namun faktanya, kayu putih juga bermanfaat sebagai obat rheumatoid arthritis.
Daun tanaman kayu putih mengandung tanin, zat yang bisa membantu mengurangi pembengkakan dan rasa sakit akibat radang sendi.
Cara mengobati rematik dengan kayu putih cukup mudah. Kamu hanya perlu mengoleskan 15 tetes minyak atsiri (essential oil) yang terbuat dari kayu putih yang sudah dicampurkan dengan 2 sendok makan minyak almond atau minyak lainnya pada sendi yang sakit.
11. Ekstrak kerang hijau
Secara teknis zat ini adalah ekstrak makanan laut (bukan ramuan) yang disebut-sebut memiliki khasiat melawan peradangan. Suplemen nutrisi yang mengandung ekstrak kerang hijau Selandia Baru (Perna canaliculus) kaya akan asam lemak omega-3 yang memiliki efek anti inflamasi.
Jadi masuk akal jika suplemen ini dapat bermanfaat untuk rematik; Namun, hanya sedikit penelitian yang dilakukan pada manusia, dan sejauh ini hasil penelitian pada hewan dan manusia masih beragam, menurut Arthritis Foundation.
Baca juga: Sakit Pinggang Menyiksa Anda? Begini Cara Alami Mengatasinya
12. Ashwaganda
Ashwagandha, juga disebut “ginseng India”, adalah pengobatan herbal yang telah digunakan selama ribuan tahun untuk meredakan nyeri, mengurangi stres, dan mengobati kondisi lainnya.
Penelitian yang diterbitkan dalam Indian Journal of Medical Research menemukan bahwa mengonsumsi bubuk ashwagandha diikuti dengan pengobatan dengan Sidh Makardhwaj (jenis obat India lain dengan bahan herbal dan mineral) meredakan nyeri dan pembengkakan sendi pada penderita rematik.
“Ada banyak uji klinis pada manusia yang menemukan efek anti-inflamasi dan pereda nyeri yang terkait dengan ashwagandha,” kata Lise Alschuler, ND, profesor kedokteran klinis di Pusat Pengobatan Integratif Universitas Arizona Andrew Weil di Tucson.
Banyak dari uji coba ini menunjukkan bahwa diperlukan setidaknya dua hingga tiga bulan penggunaan sebelum manfaatnya dapat terlihat.
