MAGELANG, HELOINDONESIA.COM - Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menyimpan banyak destinasi wisata, salah satunya wisata air arung jeram (rafting) menyusuri sungai Elo. Arung jeram adalah aktivitas pengarungan alur sungai yang berjeram dengan menggunakan perahu dan peralatan tertentu. Tidak hanya untuk olahraga, kegiatan yang cukup menguji adrenalin ini juga bertujuan sebagai rekreasi dan ekspedisi.
Walaupun serasa sedang rekreasi atau berpetualang, rafting termasuk olahraga ekstrem yang memiliki sederet manfaat. Selain meningkatkan kebugaran, kekuatan, dan fleksibilitas jasmani, rafting juga bermanfaat bagi kesehatan mental.
Lokasi sungai Elo terletak di Desa Pare, Blondo Mungkid, Magelang. Untuk menjangkau tempat ini bisa dari arah Yogyakarta dengan waktu tempuh 45 menit atau dari Kota Semarang sekitar 2 jam 12 menit.
Baca juga: Negeri Kahyangan Magelang Bikin Wisatawan Serasa Berada di Negeri Dongeng
Meski tantangannya tak sebesar arung jeram di kali Progo, menyusuri keindahan sungai Elo dapat menjadi penawar rindu bagi pecinta wisata air. Kalian tak perlu takut untuk mencoba rafting di Elo karena aliran arus sungai cukup mudah ditaklukkan.
Dengan jarak pengarungan 12 km, jeram-jeram yang dimiliki wisata ini masuk kategori 2 sampai dengan 3. Artinya memiliki tingkatan bahaya yang rendah, sehingga rafting di Elo cukup ramah bagi pemula, bahkan bagi yang belum pernah melakukan arung jeram sekalipun. Wisata ini cocok menjadi wisata keluarga untuk membuang refreshing akibat aktivitas yang padat.
Ada Briefing
Untuk bisa berwisata ini, kalin bisa menghubungi atau memesan operator rafting Sungai Elo. Sebelum terjun ke arena sungai, para pemandu atau skipper dari operator yang Anda pilih akan mempersiapkan segalanya.
Sebelum naik perahu, peserta diberikan briefing singkat tentang cara menggunakan perlengkapan mulai dari helm, rompi pelampung serta cara menggunakan dayung. Peserta wajib melapor kepada pihak operator apabila menderita penyakit khusus, seperti asma, jantung dan sebagainya.
Baca juga: Lembah Sunset Kalimanggis, Sensasi Petik Stroberi dan Pesona Alam pada Sore Hari
Semua operator arung jeram memulai rute dari bawah jembatan Blondo yang juga merupakan starting point. Satu perahu dapat diisi oleh 4-6 orang dewasa dan satu pemandu, jika ada anak-anak maka akan disesuaikan dengan berat tubuh serta keseimbangan perahu.
Sungai Elo sendiri merupakan anak sungai Progo yang berkarakter penampang sungai sempit dengan debit air cukup stabil sepanjang tahun. Sepanjang jalur sungai pada trip ini, didominasi air tenang atau flat, namun beberapa jeram cukup mampu mengguncang perahu.
Unik, pegiat pariwisata asal Kota Semarang menyebut, berarung jeram bisa menjadi alternatif melepas penat di tengah jadwal pekerjaan padat dan suasana perkotaan yang bising.
"Seru banget dan menantang pokoknya," katanya.
Baca juga: Sumowono Bamboo Garden, Memandang View Terindah Gunung Ungaran dari Kebun Bambu
Sedangkan Ning S, warga Kota Pekalongan mengakui, berwisata rafting bukan hanya merasakan sensasi uji adrenalin, tapi sepanjang mendayung perahu, kita bisa menikmati keindahan panorama di sekelilingnya yang menghadirkan suasana adem. Kanan kiri sungai berselimut pepohonan hijau dan rindang.
Satu hal yang mengesankan, kata dia, wisatawan bisa berinteraksi dengan penduduk setempat yang berjualan degan (kelapa muda), dan aneka gorengan.
''Ternyata arung jeram tak seseram yang dibayangkan. Asyik kok, perasaannya campur-campur, senang, deg-degan, tegang. Tambah ramai jika sama teman-teman yang tidak seperahu. Akan ada adu balap, sambil saling mencipratkan air,'' ujar wanita humoris ini.
Sudahkah kalian mencoba arung jeram? (Aji)
