HELOINDONESIA.COM - Pelatih Djajang Nurdjaman (Djanur), seorang pelatih yang menyelamatkan Persela Lamongan dari jurang prestasi.
Hati tak ikhlas melihat prestasi Persela yang terus terpuruk di musim laga tahun lalu, hingga harus bermain Liga 2 Indonesia.
Sehingga mengapa Djanaur lantas kemudian mau menukangi Persela yang saat itu berada di kasta kedua Liga Indonesia.
Bahkan Djanur mencatat dalam sejarah kepelatihannya, untuk pertama kali ia menukangi tim Liga 2, itu semua demi Persela Lamongan.
"Saya melihat Persela-nya. Tim ini memiliki basis suporter yang besar, fanatismenya luar biasa. Rasanya tidak pantas main di Liga 2," kata Djanur seperti dilansir Jawa Pos beberapa waktu lalu.
Baca juga: Persik Kediri Siap Format Lima Plus Satu, Diperkuat Pemain Asing Jebolan Timnas Filipina
Visi Djanur memiliki kesamaan dengan manajemen Persela sehingga kedua klop sesuai keinginan jika Persela harus kembali naik peringkat bermain di Liga 1 Indonesia.
Kini Persela telah sukses kembali berlaga di Liga 1 musim kompetisi 2023/2024, Djajang, kembali dipercaya untuk menukang skuad Jokotingkir ini.
Kompetisi Liga 1 2023/2024 bakal digelar pada 1 JUli 2023, Persela juga sudah melakukan pemetaan dan komposisi terkait para pemainnya.
Dalam waktu dekat pelatih, Djajang nakal merekrut sejumlah pemain baru untuk skuad arek-arek Lamongan ini.
Djajang pun berharap para pemain yang akan direkrut manajemen Persela diharapkan memiliki daya juang tinggi dalam membela Persela Lamongan.
Pelatih kelahiran 30 Oktober 1964 ini, perlu pembenahan terhadap skuad Jokotingkir, mengingat Persela Lamongan menargetkan kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional.
Baca juga: Arema FC Masih Butuh Tiga Pemain Asing Lagi, untuk Mempertajam Lini Serang Sigo Edan
Sebagai pelatih pemain bola di era tahun 1980-1990 ini menginginkan para pemain yang bisa mengaplikasikan gaya permainannnya sebagai pelatih, yang memiliki semangat juang tinggi.
Saat ini, Persela Lamongan telah merekrut tujuh pemain baru seperti Herman Dzumafo Epandi merupakan penyerang andalan Persela kelahiran Douala, Kamerun berusia 43 tahun.
Kemudian Rahel Radiansyah, seorang pemain yang cukup senior berusia 32 tahun yang pernah membela Persisam Putra Samarinda U-21, pernah mencetak 11 gol dalam satu musim kompetisi.
Rifaud Drajat adalah pemain Persela untuk posisi bek untuk memperkuat lini bekalang kelahiran Sulsel berusia 23 tahun.
Lalu ada Aldy Al Achya, pemain dengan posisi sayap kanan berusia 29 tahun, pernah memperkuat Persija Jakarta.
Selain itu Ade Jantra Lukmana mantan pemain Persita Tangeran berusia 33 tahun, akan memperkuat Persela Lamongan sebagai penyerang.
Baca juga: Laga Perdana Persebaya vs Bali United Disaksikan Lebih dari 39 Ribu Suporter Bonekmania
selanjutnya Ikhwan Ciptadi yang berposisi sebagai bak tengah berusia 29 tahun penah bermain di FC Bekasi City.
Yang terakhir adalah Dwi Rafi Angga pemain berusia 26 tahun mantan pemain PSS Sleman akan bersama Persela Lamongan di musim kompetisi ini.
Selain pemain baru di atas, Persela juga sudah memperpanjang kontrak empat pemainnya, yakni Akbar, Takwir, Ibrahim Musa Kosepa dan Rizqki Putra Utomo.
Semua itu dipersiapkan untuk memperkuat Persela yang tangguh dalam mengarungi Liga 2 musim 2023-2024.
"Rencananya kami akan mulai latihan di pertengahan Juni ini. Target dari managemen adalah membawa Persela naik kasta," tandas Djajang Nurdjaman kepada wartawan di Lamongan beberapa waktu lalu. **
