HELOINDONESIA.COM - Tayangan video adzan yang ditayangkan salah satu televisi swasta bikin heboh jagat tanah air.
Pasalnya, video adzan itu memperlihatkan Bacapres PDIP Ganjar Pranowo sedang berwudhu dan shalat.
Publik pun mempertanyakan komitmen Ganjar Pranowo yang menyatakan tidak menggunakan politik identitas dalam kampanye menuju Pilpres 2024.
Netizen pun sibuk mengomentari munculnya Ganjar Pranowo dalam video adzan yang tayang di RCTI dan MNC TV.
Baca juga: Tabrakan Adu Banteng di Magetan Dua Motor Terbakar Hebat, Antara Honda Minthi C70 vs Yamaha Aerox
"Dia (Ganjar) pernah menjadikan adzan sebagai candaan dalam puisi. Sekarang musim capres dia nongol di RCTI & MNC TV saat adzan," sindir akun medsos X, ShadowJoe pada Minggu (10/9/2023).
Dia mempertanyakan video adzan itu termasuk dalam kategori macam apa?
"Pencitraan, munafik, politik identitas, politisasi agama atau ada yg lainnya?" tanya ShadowJoe.
Meski demikian, datang juga pembelaan dari akun medsos (at)yusuf_dumdum. Dia heran banyak buzzer Ayah (Prabowo) dan Abas (Anies) emosi melihat video adzan ini.
"Kata mereka, ini politik identitas karena ada GP (Ganjar Pranowo) dalam video adzan magrib. Kok bisa ?" ujarnya heran.
Menurut Yusuf_dumdum, pengertian politik identitas itu bila mengancam yang tidak memilih dirinya maka dianggap murtad, kafir, tidak akan diurus jenazahnya, halal darahnya, pasti masuk neraka dll.
"Bahkan sampai muncul seruan tamasya Al-Maidah. Contoh: Kejadian saat pilkada DKI Jakarta 2017," jelas Yusuf_dumdum.
Selain Pilkada DKI 2017, politik identitas itu kayak pemilu 2014 dan 2019. Ketika itu Jokowi difitnah PKI, keluarganya kafir dan anti Islam, maka muncullah ijtima' ulama yang digunakan sebagai senjata politik untuk memenangkan salah satu kandidat.
Baca juga: Pemilik Lahan Masa Bodoh Kebakaran Talut Ribuan Ban Traktor dan Timbunan Sampah dekat JMSI Lampung
"Kalau prilkau politik identitas yang sebejat dulu saja kalian menikmati, lantas mengapa cuma melihat video seperti ini kalian kelojotan, ngamuk dan kebakaran jenggot ? Kalian ini sebenarnya kaum munafik tapi sok merasa paling agamis," paparnya.
Justru, lanjut Yusuf_dumdum, MUI sudah menilai bahwa video itu malah bagus.
Lagian, lanjutnya, gak ada seruan kampanye atau menyerang siapapun. Bacapres lain juga boleh-boleh aja kalau mau bikin kek gini.
"Lagian semuanya muslim, kan ? Ini gak jauh beda ketika momen lebaran, banyak yang foto atau bikin video lagi sholat Ied! Jadi buat ayah Prabowo, monggo kalau mau bikin, boleh juga kok. Kami malah senang," tandasnya.
