Helo Indonesia

Cak Imin Pilih Jadi Cawapres Anies, Pengamat: PKB Merasa Terkhianati dan Harga Diri Sudah Terinjak

Winoto Anung - Nasional -> Politik
Selasa, 5 September 2023 07:00
    Bagikan  
Anies-Cak Imin
X / @DPP_PKB

Anies-Cak Imin - Duet bakal capres-cawapres, Anies-Cak Imin, berfoto di Hotel Majapahit, Surabaya, lokasi deklarasi. (Foto: X / @DPP_PKB)

HELOINDONESIA.COM - PKB sudah berkoalisi dengan Anies Baswedan. Muhaimin Iskandar (Caki Imin) sudah deklarasi menjadi bakal cawapres bagi bakal capres Anies Baswedan. Jadi duet Anies-Cak Imin.

Peristiwa itu cukup cepat, membuat banyak pihak terkaget. Karen PKB masih terikat koalisi dengan Partai Gerindra. Cak Imin dan Prabowo belum lama berpelukan, dan Cak Imin tertawa lepas.

Namun, menang, dalam catatan pengamat politik dari SMRC Saidiman Ahmad, beberapa hari sebelum mencuat berita tentang pasangan Anies-Muhaimin, sejumlah petinggi PKB mempersoalkan perubahan nama Koalisi Kabangkitan Indonesia Raya (KKIR).

Nama KKIR diubah menjadi Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang terjadi begitu tiba-tiba tanpa pembicaraan khusus dengan PKB sebelumnya.

Baca juga: Gerindra Sebut Cak Imin Putuskan Jadi Cawapres Anies Secara Sepihak Tanpa Komunikasi dengan Prabowo

“Wajar kalau kemudian terlihat nada kecewa bahkan mungkin semacam perasaan dilecehka pada PKB. Dalam koalisi KKIR itu, ada kata Kebangkitan yang mewakili nama PKB. Kalau nama koalisi itu serta merta diubah tanpa menimbang PKB, itu sedikit banyak seperti menginjak harga diri,” kata Saidiman Ahmad, di X (Twitter).

Menurutnya, PKB bukan partai kemarin sore. PKB adalah salah satu partai besar. Mereka menguasai 10 persen kursi di parlemen. Mereka juga sudah ada dalam pemerintahan sejak Reformasi.

Mereka juga menjadi pemenang Pemilu presiden empat kali berturut-turut. “Menganggap PKB partai kecil yang bisa diabaikan adalah kesalahan besar,” tambah.

Baca juga: Nasdem Klaim Demokrat Sudah Dikabari Penetapan Cak Imin : Sampai Dinihari AHY Nggak Respon

PKB-Gerindra sudah berkoalisi lebih dari satu tahun. Dukungan PKB pada Prabowo tentu tidak gratis. Mereka ingin Muhaimin jadi Cawapres Prabowo.

Namun sepanjang setahun lebih itu, ujarnya, tak ada signal atau tanda-tanda Prabowo akan menjadikan Muhaimin Cawapres. Yang terjadi kemudian Golkar dan PAN masuk dan masing-masing membawa nama bakal calon wakil presiden. Ini membuat PKB dan Muhaimin kian terdesak di poros Prabowo.

“Mungkin langkah politik PKB bergabung dengan Anies adalah bentuk reaksi pada Prabowo yang seolah tidak memberi penghargaan yang pantas untuk partai berbasis kaum Nahdliyyin itu,” tambahnya.

Baca juga: Gerindra Sebut Perlu Pertemuan Dengan Demokrat Untuk Berkoalisi Usung Prabowo

“Sangat mungkin PKB merasa terkhianati. Amat sangat mungkin ada harga diri yang sudah terinjak,” tegas Saidiman Ahmad, peneliti SMRC.