Helo Indonesia

Gerindra Sebut Cak Imin Putuskan Jadi Cawapres Anies Secara Sepihak Tanpa Komunikasi dengan Prabowo

Winoto Anung - Nasional -> Politik
Selasa, 5 September 2023 06:00
    Bagikan  
Sufmi Dasco Ahmad
dpr.go.id

Sufmi Dasco Ahmad - Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Harian Partai Gerindra, Wakil Ketua DPR. (Foto: yoga/nr)

HELOINDONESIA.COM - Muhaimin Iskandar (Cak Imin) telah mendeklarasikan menjadi bakal cawapres untuk berpasangan bakal capres Anies Baswedan. Rencana duet Anies-Cak Imin itu sangat mendadak, dan dalam hanya dalam rembugan beberapa hari, langsung deklarasi 2 September di Surabaya.

Pun pula, menurut pihak Partai Gerindra tak ada komunikasi dengan Prabowo selaku ketua umum Partai Gerindra. Padahal, saat itu Cak Imin dan Prabowo masih terikat kerja sama koalisi, masing-masing selaku pimpinan parpol PKB dan Gerindra.

Oleh karena itu,  Gerindra kecewa kepada Cak Imin karena membuat keputusan menjadi Cawapres Anies secara sepihak tanpa terlebih dahulu mengkomunikasikannya ke partai besutan Prabowo Subianto itu.

Hal tersebut disampaikan Sufmi Dasco Ahmad, yang juga Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Jumat lalu, 1 September. Menurut dia, Cak Imin tidak pernah menyampaikan kepada Gerindra soal rencana PKB mengalihkan dukungan ke Anies Baswedan dari bakal capres Prabowo.

Baca juga: Bukan Soal AHY, Wakil Menteri Ini Bercerita Detik-detik Dramatis Mahfud MD Dibatalkan Jadi Cawapres Jokowi

Pihak Gerindra, lanjut dia, juga tidak diberitahu ihwal rencana duet Anies-Cak Imin sebagai pasangan capres-cawapres.

Selain itu, ujar Darco, pihak PKB tidak pernah menyampaikan kepada Gerindra soal pertemuan antara Cak Imin dan Surya Paloh (Ketua Umum Partai Nasdem)  di Nasdem Tower pada 29 Agustus 2023 lalu.

“Kita kebetulan memang tidak diberitahu,” ujar Dasco. Belakangan terungkap, pertemuan tersebut diketahui membahas rencana peralihan koalisi serta duet Anies-Imin.

Baca juga: Nasdem Klaim Demokrat Sudah Dikabari Penetapan Cak Imin : Sampai Dinihari AHY Nggak Respon

Menurut Dasco, setelah kabar duet Anies-Imin itu berembus pada Kamis 31 Agustus, PKB juga tak menyampaikan rencana tersebut kepada Gerindra.

“Memang komunikasi-komunikasi tentang rencana ini (duet Anies-Imin), kami tidak pernah diberitahu,” tambah Dasco.

Dasco yang juga Wakil Ketua DPR ini mengatakan, komunikasi antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Cak Imin baru terjadi pada Kamis malam. Lewat sambungan telepon, Imin meminta bertemu dengan Prabowo.

Baca juga: Belum Pasti Dukung Cak Imin, PKS Sebut Akan Dibahas Lewat Majelis Syuro

Prabowo menyanggupi bertemu pada hari ini pukul 18.30 WIB. Namun, belakangan pihak PKB membatalkan pertemuan tersebut. Dasco mengungkapkan, dirinya baru berkomunikasi dengan utusan Cak Imin pada Jumat malam, tepat setelah PKB memutuskan menerima tawaran Nasdem.

“Saya dikontak oleh utusan dari Pak Muhaimin yang menyatakan bahwa mereka sudah menerima tawaran koalisi atau kerja sama politik dengan Partai Nasdem,” kata Sufmi Dasco AHmad.

Gerundra merasa dikhianati? Sufmi Dasco hanya mengatakan bahwa Partai Gerindra menghormati keputusan PKB tersebut.

“Pada prinsipnya Gerindra menghormati hak politik dari masing-masing partai politik, nah langkah yang diambil oleh PKB kami hormati dan kami juga melihat ini sebagai suatu langkah politik, sehingga kami hormati,” ujar Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Harian Partai Gerindra.  (**)