Helo Indonesia

Kelakuan Nasdem dan PDIP Mirip-mirip, Tampak Memonopoli Soal Penentuan Cawapres

Winoto Anung - Nasional -> Politik
Sabtu, 8 Juli 2023 23:34
    Bagikan  
AHY dan Sandiaga Uno
Facebook/ Agus Yudhoyono

AHY dan Sandiaga Uno - AHY dan Sandiaga Uno, sama=sama diajukan sebagai cawapres oleh partainya. (Foto: Facebook/ Agus Yudhoyono)

HELOINDONESIA.COM - Penentuan capres terlihat relative lebih mudah bagi partai-partai yang ada saat ini. Paling tidak sudah tiga Capres yang siap berlaga, yakni secara urut abjad, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto.

Nah, untuk penentuan cawapres, justru yang lebih sulit, sebab sampai saat ini buktinya belum ada parpol atau koalisi yang sudah bisa menentukan cawapresnya.Capres Anis Baswedan, Ganjar Pranowo, Prabowo, sampai saat ini masih kesulitan menentukan cawapres.

Penentuan cawapres tampaknya memang sangat ribet, negosiasinya masih sangat alor. Terlebih bagi yang belum memenuhi kuota Presidential Threshold 20 persen.  Tarik-tarikan parpol terjadi.

Secara tampak luar, atau panggung depan, tampaknya kelakuan Nasdem dan PDIP mirip-mirip dalam menentukan Cawapres. Kedua parpol itu tampak memonopoli untuk penentuan cawapres.

Baca juga: Edwin van der Sar Dikabarkan Pendarahan Otak, Kini Dalam Perawatan Intensif

Untuk PDIP sangat ketat, karena harus di tangah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Beberapa hari lalu Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan, PDIP akan mengajak partai di koalisinya untuk membicarakan cawapres.

Namun, uang sudah terdengar saat itu, tokoh yang diusulkan PPP, yakni Sandiaga Uno, informasinya sudah ditolak oleh Megawati. Pakem Megawati selama ini dalam mengambil cawapres adalah sosok yang lebih tua dan tidak punya ambisi maju jadi capres di Pilpres berikutnya. Mungkin karena hal inilah Sandiaga Uno belum diterima, atau kasarnya ditolak.

Politisi Panda Nababan sempat mengemukakan, untuk Pilpres kali ini, kemungkinan Megawati akan mengubah pakem selama ini, yakni cawapres yang lebih tua dan dari NU, menjadi cawapres dari kalangan militer, kemungkinan ini mengarah ke mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Andika Perkasa, yang sudah masuk timnya capres Ganjar. Namun, hingga kini juga belum diumumkanaa.

Baca juga: Jokowi Sebut Papua Aman Tak Ada Masalah, Tokoh Ini: Semoga Bapak Masih Punya Rasa Kemanusiaan

Lantas, tokoh Erick Thohir yang sudah masuk jadi NU, tampaknya juga masih belum bisa diterima oleh Megawati. Penentuannya masih rumit.

Akan halnya Nasdem, tampak luarnya juga ingin memonopoli posisi cawapres, apdahal partainya Ssurya Paloh ini yang sudah mengusung jagonya, Anies Baswedan, sebagai capres. 

Sebenarnya, Nasdem soal cawapres menyerahkan kepada Anies Baswedan untuk menentukan cawapresnya. Namun, dinamika politik tampaknya berbicara lain.

Baca juga: Polisi India Tangkap Tiga Petugas Terkait Tabrakan Kereta Api yang Mengerkan Juni Lalu

Sebenarnya setelah terbentuk Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), ada Tim-8 yang membantu ANies untuk merumuskan strategi dan memecahkan persialan. Harusnya semua dinamika bisa ditampung dan sebisa mungkin diselesaikan di Tim-8 itu.

Namun, soal Cawapres, tampak tidak sepenuhnya menentukan sendirian, ada yang meneyebut Ketua Umum Ketiga parpol koalisi ini ikut diajak bicara untuk penentuan cawapres. Artinya tidak selesai di Tim-8.

Selain hal tersebut, dinamika terus terjadi, dan Demokrat tampak ngotot agar AHY (Agus Harimurti Youdhoyono) yang dipilih menjadi cawapres pendamping Anies.

Baca juga: Di Liga Pro Saudi, Roberto Firmino: Saya Selalu Bermain untuk Tim Besar, Sekarang Saya di Al-Ahli

Ini mendapat reaksi dari Nasdem, partai yang satu ini tidak setuju kalau AHY sebagai Cawapres. Malah disebut-sebut, dari awal Nasdem tidak setuju AHY. Dari kata-kata yang keluar dari Effendi Choirie, dia mengatakan, KPP sudah punya tiga kekuatan, perlu menambah kekuatan lain.

Dan Gus Choi menganggap, lobang itu adalah masyarakat NU, Nahdlatul Ulama. Maka perlu menambah kekuatan ke sana untuk menutup lubang untuk mencari kemenangan. Perlu cawapres dari kalangan NU.

Dari hal tersebut, Demokrat ngotot AHY supaya disetujui menjadi cawapres, tapi Nasdem nada-nadanya sangat menolak AHY. Itulah yang kemudian belakangan nama Yenny Wahid menguat, setelah Demokrat juga mengajukan nama itu. Namun Demokrat masih memberi catatan, Yenny Wahid adalah salah satu bakal cawapres yang diajuakan, di sampingnya masih tetap ada AHY.

Baca juga: Cek Fakta: Nutrisi dan Manfaat Kesehatan yang Terkandung pada Lada Hitam Menurut Penelitian

Ada kabar lagi, Gatot Nurmantyo ada tanda-tanda disetujui SBY untuk menjadi cawapres Anies Baswedan. Namun, munculnya belakangan. Dan tapi apa masih ngotot dari NU lagi, itu masih tetap menunggu waktu. Dinamika terus terjadi.

Dalam politik, ada sisi yang melihatdari segi gelapnya, konon sulitnya menetapkan cawapres itu juga karena masih menunggu diel dari segi logistik. Kalau logistic datang, konon akan disetujui.

Tapi, yang paling baik memang kita tunggu saja dulu perkembangannya. (*)

Oleh: Winoto Anung