HELOINDONESIA.COM - Partai Nasdem menolak AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) untuk menjadi cawapres yang mendampingi Anies Baswedan untuk Pilpres 2024. Ketua DPP Partai Nasdem Effendy Choiri menginginkan cawapres dari tokoh NU (Nahdlatul Ulama).
Hal itu terungkap dalam diskusi di Podcast Akbar Faizal yang juga menghadirkan Politisi Partai Demokrat Kamhar Lakumani, dan pengamat Adi Prayitno, yang beebrapa hari lalu diluncurkan di youtube.
Effendy Choiri mengatakan, Koalisi Perubahan sudah punya tiga kekuatan, yakni NAsdem, Demokrat, dan PKS. Namun, ia masih berhitung, di Indonesia ini ada komunitas umat terbesar, yakni NU, koalisi ini masih punya lubang besar di sini. Sehingga perlu orang NU yang menjadi cawapres.
"Kita bertiga ini ingin menang, kita sekarang sudah punya tiga kekuatan Demokrat, PKS, NasDem. Kita ingin ada kekuatan lain, kekuatan lain, kekuatan lain siapa di Indonesia ini," ujar Effendy Choiri yang bisa disapa Gus Choi itu.
Baca juga: Ingin Tetap di Real Madrid, Modric Digoda Klub Arab Saudi dengan Bayaran Tujuh Kali Lipat Gajinya
"Kelompok atau komunitas atau sosiokultural terbesar siapa di sini, dan mereka itu ada di mana adalah NU. Mereka ada di mana pada umumnya, ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur," sambung dia.
Dia mengklaim, usulan ini tidak ditolak oleh Demokrat dan juga PKS. Justru mereka menyetujui fakta tersebut. Di situlah perlunya tokoh NU sebagai representasi komunitas Islam terbesar tersebut.
"Mas Anies punya kelebihan, Mas AHY jelas anak muda di sini. Kita mau nambah kekuatan, kekuatan dari kekuatan kultur, sosiokultural namanya Nahdlatul Ulama maka ini harus direpresentasikan di sini," kata Effendy.
Lantas, posisinya dimana, Gus Choi menyebut di posisi Wakil Presiden, "Di mana? ya di wakil presiden dan itu setuju nggak Mas AHY? Setuju, gak ada yang menolak di situ," imbuhnya.
Gus Choi juga mengungkapkan, saat ini NasDem tengah mempertimbangkan dan mendiskusikan hal itu untuk menetapkan keputusan final nanti.
"Lalu siapa orangnya? Sekarang semua sedang diinventariskan, sedang didiskusikan. Sekarang perlu kesabaran." kata dia. Dia menyebut ada nama Khofifah, Mahfud MD, Ali Maskur Musa, Yenny Wahid, dan lainnya.
Dari sisi pengamat politik Adi Prayitno, sekarang ini tampaknya Nasdem menerapkan politik Ikhlas lillahi ta’ala. “Ikhlas lillahi ta’ala itu, sambil menemukan siapa tokoh yang bakal mau menjadi cawapres. Tapi, tokoh-tokohyang disebutkan itu tadi tidak mau, Mahfud MD tidak mau, Khofifah tidak mau. Memaksakan orang tidak mau itu kann jadi sulit,” kata Adi Prayitno,
Jadi Demokrat ini diminta Ikhlas lillahi taala siapa pun tokohnya yang jadi cawapres. “Jadi, Demokrat diminta sabar, politik Ikhlas lillahi ta’ala, walau AHY tidak jadi cawapres, nggak usah marah-marah, dengan syarat ini akan memenangkan kontestasi Pilpres,” kata Adi. (*)
(Winoto Anung)
