HELOINDONESIA.COM - Anthony Winza Probowo memposting rekaman video yang diunggahnya di Twitter dengan akun p_Winza meminta PDIP menghormati pendapat PSI yang menginginkan sistem proporsional terbuka.
"Pandangan PDIP yang berpendapat agar sistem Pemilu dibuat tertutup (rakyat hanya bisa mencoblos partai) tentu sangat kami hormati," kata Winza seperti dikutip pada Senin (29/5/2023).
Partai Solidaritas Indonesia, menurut anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta ini, punya pendapat berbeda.
"Kami percaya bahwa rakyat berdaulat penuh untuk menentukan siapa yg hendak mewakilinya di parlemen. DPR adalah petugas rakyat," ucapnya.
Anggota Komisi C Bidang Keuangan dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD DKI Jakarta untuk periode 2019-2024 ini menghormati pendapat rekan-rekan dari para pemohon (Uji Materi Undang-undang Pemilu).
"Juga rekan-rekan dari Fraksi PDIP yang menginginkan agar (Pemilu dibuat) tertutup sehingga masyarakat tidak dapat memilih (nama calegnya) secara langsung (tapi hanya bisa memilih logo partai)," tambahnya.
Winza sangat berharap kedaulatan rakyat untuk memilih orang-orang yang akan mewakili kepentingannya dengan cara sistem pemilu proporsional terbuka (rakyat bisa mencoblos nama caleg)
Baca juga: Bobol Konter Hp, FS dan SB Ditangkap Polisi
"Jangan sampai hak konstitusi masyarakat (untuk mengetahui dan memilih langsung nama calegnya) terkebiri," tambahnya.
PSI berharap Mahkamah Konstitusi menjaga betul konstitusi Indonesia.
"Karena satu-satunya harapan kami semua adalah Mahkamah Konstitusi. Sebagai penegak terakhir penjaga konstitusi yang kami hormati," tandasnya.
