Helo Indonesia

Empat Sepeda Motor Rombongan Pelajar SMP ke Bromo, di Tengah Jalan Tinggal Tiga, Karena Dilindas Truk

Selasa, 25 Juni 2024 16:29
    Bagikan  
OLAH TKP
polres pasuruan

OLAH TKP - Petugas polisi melakukan olah TKP pada pagi hari pasca kecelakaan yang menewaskan dua pelajar di kawasan Jalan Raya Surabaya-Malang, Selasa (24/6/2024)

HELOINDONESIA.COM - Kecelakaan dialami remaja di bawah umur yang berkendara tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sudah berulang kali terjadi, kali ini kembali terjadi.

Kali ini kecelakaan kembali terjadi di Jalan raya Surabaya-Malang di dekat SPBU Apollo, Desa Karangrejo, Gempol, Kabupaten Pasuruan, Selasa (25/6/2024) dini hari pukul 01:00 WIB.

Dua remaja berusia 15 tahun tewas setelah terlindas truk kontainer, celakanya truk yang melindas kedua remaja itu tak berhenti, terus melaju.

Baca juga: Padahal Jalanan Sepi, Masih Saja Tabrakan Terjadi Sampai Pengendara Motor Mati di Pasuruan

Yang memprihatinkan lagi dua di antara korban tewas adalah rombongan para pelajar SMP dari Gresik yang berama-ramai hendak menikmati sunsrise di Gunung Bromo dengan melakukan perjalanan malam.

Namun mereka gagal melanjutkan perjalanan karena satu rombongan sepeda motor di antara mereka harus menghadapi maut di tegah jalan.

Dua korban meninggal diketahui berinisial MN (15) yang mengemudikan sepeda motor warga Kejawan Lor, Bulak, Surabaya dan MH (15) warga Desa Putat, Menganti, Kabupaten Gresik, yang mengendarai sepeda motor Beat W 5208 CZ.

Baca juga: Kok Bisa Bus Asnya Lepas, Seruduk Pengendara Motor Hingga Berhenti Tabrak Pos JPL Mangkrengan di Pasuruan

Menurut informasi yang diperoleh mengungkapkan kecelakaan terjadi berawal dari rombongan anak-anak salatu satu SMP di Bungah, Gresik.

Rombongan pelajar itu berjumlah empat sepeda motor melakukan perjalanan tengah malam hendak pergi ke Bromo, mereka memacu kendaraannya dari arah utara ke arah selatan.

Dari empat sepeda motor itu kedua korban mengendarai sepeda motor berboncengan dan berada dirombongan paling belakang sendiri.

Dalam perjalanan korban memacu kendaraannya saat itu sepeda motor yang dikendaraan hendak menyalip truk traktor Head N 8127 UR, kemudian tertabrak truk di belakangnya.

Baca juga: Persibo Bojonegoro dan Persikabpas Pasuruan Dengan Bangga Melaju ke Babak 8 Besar Liga 3 Nasional, ini Jadwal Mainnya

Saat menyalip itulah kemudian mereka ditabrak dari belakang truk kontainer yang diketahui identitasnya.

Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) korban mengalami kecelakaan pada saat hendak berusaha mendahului truk yang ada di depannya.

Menurut cerita Iptu Ahmad Kunaifi Kanit Laka Polres Pasuruan terungkap korban diduga tersenggol truk yang hendak disalip kemudian terjatuh ke arah kanan.

Sementara secara bersamaan dari belakang juga melaju truk lain, kemudian truk menabrak kedua korban hingga terlindas dan meninggal dunia di tempat kejadian.

Baca juga: Kepala Truk Hancur Disambar KA Jayabaya di Beji Pasuruan, Beruntung Sopir Tak Sampai Meninggal Dunia

Petugas kepolisian menilai kedua korban kurang konsentrasi, apalagi masih pelajar berusia di bawah umur dan tidak memiliki SIM.

Apalagi kawasan di lokasi kejadian suasana penerangannya cukup baik dan kintur jalan raya adalah lurus tidak ada tanjaakan sedikitpun.

Sementara korban meninggal dunia setelah dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob, sementara para pengendaraan teman-teman korban kini diamankan di Poslantas Gempol, Pasuruan.

Para pelajar tu menurut Iptu Ahmad sengaja belum diizinkan pulang dan menunggu dijemput orang tua mereka, apalagi mereka adalah anak-anak berusia di bawah umur.

Baca juga: Diduga Sedang Belajar Nyetir Mobil, Toyota Innova yang Dikemudikan Badriya Kecemplung Jurang Galian C di Ngoro Pasuruan

Ahmad Kunaifi mengingatkan kepada orang tua agar tidak membiarkan anak-anaknya melakukan perjalanan jauh, apalagi sampai ke luar kota dan mereka belum cukup umur.

Berkaca dari kasus ini, orang tua harus benar-benar memperhatikan dan melarang anak-anak mereka mengendarai kendaraan jauh dengan kondisi tidak memiliki SIM.

"Kami berharap agar hal ini tidak lagi terulang kembali. Dan orang tua harus bijaksana, terhadap anak-anak yang belum cukup dewasa untuk mengendalikan kendaraan, apalagi melakukan perjalanan malam hari," jelas Ahmad Kuniaifi. **