Helo Indonesia

Menjadi Pejalan Kaki yang Tetap Selamat di Kota Semarang

Ajie - Opini
Selasa, 9 Januari 2024 15:43
    Bagikan  
Menjadi Pejalan Kaki yang Tetap Selamat  di Kota Semarang

Komunitas Peduli Transportasi Kota Semarang mendapatkan arahan dari polantas saat akan menyeberang ke lapangan Pancasila. Foto: KPTS

Oleh: Theresia Tarigan

Komunitas Peduli Transportasi Kota Semarang (KPTS) turut mengajak polisi lalu lintas untuk mengevaluasi keselamatan pejalan kaki di area Simpang Lima Kota Semarang. Area ini dipilih karena menjadi magnet warga kota Semarang.

Di sana, ada lapangan luas dengan tanaman, lapangan rumput luas yang terawat, adanya lapangan basket, sepeda yang dihiasi lampu warna-warni membuat pengunjung selalu suka ke area yang dikeliling jalan lebar melintasi lapangan. Apalagi di area ini ada halte Trans Semarang, mal, food court, masjid, maka menyeberang jalan menjadi sesuatu yang harus dilakukan jika ingin menikmati ruang terbuka ini.

Baca juga: Tim Dosen MH USM Tingkatkan Pemahaman Legalitas Berusaha dan Merek ke Pelaku UMKM

Amankah menyeberang jalan menuju arah lapangan Pancasila di simpang lima? Secara data yang terdaftar di kantor pos polisi di Simpang Lima, tidak ada data kejadian pejalan kaki ditabrak di area ini. Tetapi penulis pribadi selalu merasa waswas saat menyeberang. Kadang kala penulis sendiri saat mengendarai mobil mengalami kesulitan menghentikan mobil untuk memberi kesempatan penyeberang lewat.

Sebagai founder Koalisi Pejalan Kaki Kota Semarang (KPKS) yang sejak tahun 2015 penulis dan teman-teman peduli disabilitas dan akademisi melakukan upaya meminta Pemkot Semarang menyediakan trotoar bagi pejalan kaki. Desakan kami cukup efektif dan mendapat respons positif dari walikota saat itu (Hendrar Prihadi).

Kota kita lebih dulu (mulai penganggaran tahun 2016 dan seterusnya) mempunyai trotoar dibandingkan kota-kota lain. Trotoar semakin banyak dan baik kualitasnya. Hanya memang trotoar ini masih terutama di pusat kota belum menjangkau jalan-jalan menuju permukiman.

Baca juga: Perawatan Kecantikan Ibu Hamil yang Aman, Ini Tips dari Dokter Spesialis

Mengetahui saya sebagai founder komunitas yang mengajak jalan kaki dan naik umur peduli keselamatan transportasi, seorang warga Belanda suami teman yoga saya curhat bahwa anaknya hampir ditabrak mobil saat dari mal Citraland menyeberang ke Lapangan Pancasila. Beliau tidak ingin hal ini terjadi pada anak-anak lain maupun orang dewasa atau lansia.

Titik Aman Menyeberang

Kami sepakat pada Selasa 9 Januari 2024 hari ini, berkumpul di halte Trans Semarang Simpang Lima untuk mencoba menyeberang di sana. Saya mempunyai grup ibu-ibu yang biasa ngebus bareng yaitu Bu Nani, Bu Ninik, Bu Maya, dan Agnes untuk bersama Mr Richard ke pos polisi Simpang Lima. Kami diterima oleh Pak Yongki dan menuliskan tujuan kami agar area ini aman bagi pejalan kaki. Di awal kami menyampaikan usulan adanya zebra cross dan jembatan penyeberangan orang ke lapangan Simpang Lima.

Baca juga: Anda Harus Tahu Cara Merawat Aki Mobil Agar Awet, Ada 4 Langkah Simak Dibawah ini!

Kami bersama Pak Yongki dan pak Albar berjalan kaki bersama dan mendapat arahan mencari titik aman menyeberang. Pada titik yang tepat menyeberang (titik ini bukan setelah tikungan) kami juga menyeberang dengan menunggu waktu yang aman dengan mengangkat tangan kanan lurus ke atas di ujung zebra cross. Sayangnya zebra cross di area Simpang Lima tidak dicat segera setelah pengaspalan. Sebaiknya ini segera dilakukan setelah pengaspalan.

Penulis juga berpikir perlu dikaji cara menyeberang di titik banyaknya pejalan kaki seperti dari halte bus, dari Masjid Raya Baiturrahman, dari food court, apakah cukup dengan zebra cross yang didesain dapat membuat kendaraan melambat, atau dengan zebra cross yang dilengkapi dengan pedestrian traffict light di mana penyeberang dapat membuat lampu merah bagi pengendara bermotor, atau adanya jembatan menyeberang yang dilengkapi dengan lift. Fasilitas zebra cross dengan traffict light dan JPO ber-lift sudah banyak di kota Surabaya.

Menikmati area Simpang Lima yang menjadi salah satu ikon kota Semarang tentu tidak saja oleh warga setempat tetapi orang turis yang semakin meningkat datang ke Kota Semarang tercinta.
Keselamatan pejalan kaki harus kita upayakan bersama dengan pejalan kaki yang berperilaku hati-hati, pengendara yang membatasi kecepatan dan memberi prioritas pada pejalan kaki, dan Pemerintah yang membangun prasana yang terbaik untuk pelaku perjalanan yang paling tinggi harkatnya yaitu pejalan kaki. Dengan kebersamaan dan komitmen semua pihak, maka tugas polisi lalu lintas akan semakin mudah dan efektif.

Penulis, pendiri Komunitas Peduli Transportasi Kota Semarang (KPTS)