HELOINDONESIA.COM - Pemerintah ikut cawe-cawe mendukung pengembangan sepak bola Indonesia. Ada tiga jurus yang akan ditempuh dalam pengembangan sepak bola Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Ketua UmumPSSI Erick Thohir dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin 5 Juni kemarin lusa.
Ada pun tida jurus yang ditempuh pemerintah itu adalah melalui penerapan sport science, pembangunan infrastruktur, serta program berkelanjutan dan jangka panjang.
“Satu, kita akan menerapkan sport science. Yang kedua, pembangunan infrastruktur yaitu salah satunya training camp yang ada di IKN (Ibu Kota Nusantara) yang di mana pemerintah memberikan tanah dan membangun infrastruktur dasar,” tuturnya.
Baca juga: Kemenkumham : Richard Eliezer, Bebas Murni 31 Januari 2024
Ketua PSSI Erick Thohir mengatakan, upaya tersebut dapat dilakukan atas dukungan dari Fédération Internationale de Football Association (FIFA) yang peduli dengan sepak bola Indonesia.
Erick Thohir mengatakan, FIFA telah mengalokasikan dana sekitar USD7,3 juta (setara Rp105 miliar, dengan kurs 1 dolar AS = Rp14.863,-)
“FIFA sudah mengalokasi dana kurang lebih USD7,3 juta, sehingga ini fasilitas yang luar biasa. Di sana ada lima lapangan sepak bola, satu lapangan bola pantai, satu lapangan futsal, di situ juga nanti didukung dengan tentu sport science dan tempat istirahat yang memadai,” ucap Erick.
Selanjutnya, Erick mengatakan bahwa pemerintah akan cawe-cawe membangun program berkelanjutan bagi pemain muda tim nasional sepak bola Indonesia. Seperti pemain U-16 dan U-17 saat ini yang nantinya akan dipersiapkan untuk masuk ke dalam laga U-20 dan U-22.
“Untuk U-20 dan U-22 ini tentu kita sudah prioritaskan di bawah pelatih Coach Indra untuk mencoba di ASIAN Games sebagai tentu apresiasi dan kembali tes nyali. Dan juga sebagian dari pemain U-20 dan 22 ini yang belum memiliki klub itu akan masuk ke—tentu klub Bhayangkara sebagai program keberlanjutan untuk tim nasional muda ini,” ujar Erick.
Erick mengatakan bahwa pemerintah juga akan cawe-cawe mendukung program jangka panjang dari pengembangan sepak bola di Indonesia. Cawe-cawe pemerintah bahkan didukung Presiden Jokowi dan Menpora Dito Aryotejo.
“Tadi saya memberanikan diri, kita akan memaparkan program jangka panjang, tentu PSSI akan mencari uang sendiri juga tapi alhamdulillah tadi Pak Presiden, Pak Menpora juga ikut menjadi bagian membangun sepak bola program jangka panjang ini,” tutur Erick. (*)
(Winoto Anung)
