Helo Indonesia

DPR Usulkan WFH di Jakarta Segera Diterapkan Atasi Polusi Udara

Drajat Kurniawan - Nasional
Selasa, 15 Agustus 2023 16:50
    Bagikan  
Ilustrasi Polusi
Foto : Tangkapan Layar

Ilustrasi Polusi - (Freepik)

HELOINDONESIA.COM - Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengusulkan penerapan Work From Home (WFH) mengingat kondisi udara yang memburuk belakangan ini, khususnya di daerah Jabodetabek.

"Saya mendukung kebijakan WFH sebagai dasar penguatan mengembalikan udara di Jakarta dan sekitarnya menjadi lebih baik," kata Daniel Johan di Jakarta, Selasa (15/8). 

Penerapan kebijakan itu perlu didorong mengingat WFH pernah diterapkan masa Pandemi Covid-19, hasilnya cukup ampuh menekan penyebaran virus namun tidak mengganggu perekonomian. " Sebab, kualitas udara yang buruk berdampak bagi kesehatan," ujarnya.

Politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) itu juga mendorong agar transportasi massal diperbanyak dan bisa menjangkau ke seluruh wilayah.

Sehingga, masyarakat akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang berdampak langsung pada kemacetan dan polusi udara.

Baca juga: Bubarkan Acara Gereja Tanpa Izin, Ketua RT Wawan Divonis 3 Bulan

Namun, kualitas dan kuantitas angkutan umum mesti ditambah. "Jadi tidak ada lagi penumpukan penumpang. Kualitas juga harus dijaga, agar penumpang aman, nyaman dan tenang dalam bepergian di Jakarta," ujarnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sekitar 100 ribu watga terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) setiap bulannya akibat polusi udara.

Sedangkan dalam rentan waktu Januari hingga Juni 2023, terdapat 638.291 kasus ISPA di Jakarta.

Daniel mengatakan, kesehatan merupakan bagian dari hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan oleh negara. "Toh saat pandemi WFH juga tidak terlalu berdampak pada perekonomian. Jadi perlu kita kaji dan pertimbangkan bersama,” sambungnya,” jelasnya.

Baca juga: Pengacara Tewas Gantung Diri di Beringin Raya, Bandarlampung

Ia menuturkan, Kementerian Lingkungan Hidup diminta bekerja sama dengan instansi maupun stakeholder terkait untuk membuat rekayasa cuaca demi mengurangi dampak polusi udara.

Daniel mengatakan, kemarau panjang harus disiasati sehingga dampoaknya tidak semakin lama dirasakan rakyat. “Kita tidak ingin kesehatan masyarakat terganggu yang akan berdampak terhadap produktivitas, termasuk di dunia kerja yang pada akhirnya berimbas ke perekonomian kita,” ucapnya.