Helo Indonesia

Jokowi Panggil Anak Buahnya Antisipasi Buruknya Kualitas Udara di Jakarta

Drajat Kurniawan - Nasional
Jumat, 16 Juni 2023 21:30
    Bagikan  
Presiden Jokowi
Humas Kemensetneg

Presiden Jokowi - Presiden Jokowi saat persiapan KTT ASEAN di Labuhan Bajoi, Senin 8 Mei 2023.

HELOINDONESIA.COM - Kualitas udara di Jakarta terus memburuk belakangan ini akibat tingginya polusi sebagai dampak dari semakin membludaknya angka kendaraan bermotor. 

Presiden Joko Widodo alias Jokowi dikabarkan memanggil menteri terkait yaitu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, ke Istana Kepresidenan.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, membenarkan Siti dipanggil ke Istana pada Jumat (16/6/2023) sore terkait polusi udara di DKI Jakarta.

"Benar Menteri LHK Bu Siti Nurbaya dipanggil Bapak Presiden terkait polusi udara," ujar Bey kepada wartawan.

Baca juga: Gudang Plastik di Weleri Ludes Terbakar, Isinya Barang Dagangan yang Baru Datang

Dia menyebutkan ada dua hal yang disampaikan Presiden Jokowi kepada anak buahnya tersehut. Pertama dia mengingatkan Siti Nurbaya terkait musim kemarau panjang tahun 2023. 

Kementerian LHK juga diminta untuk mengantisipasi buruknya kualitas udara di Jakarta dengan berkoordinasi, bekerja sama dengan instansi terkait.

"Oleh karena itu, Bapak Presiden meminta Kementerian LHK melakukan persiapan agar tidak terjadi krisis," ucap dia.

Baca juga: Biar Tidak Gampang Lemot, Otak Harus Rutin Mengonsumsi 10 Makanan Berikut Ini

"Menteri LHK melaporkan COP28 yang akan dilaksanakan di UEA pada akhir tahun dan juga melaporkan tentang alat-alat monitoring polusi udara yang dimiliki," sambungnya.

Sebagai informasi, berdasarkan catatan IQ Air, kondisi kualitas udara di Jakarta dalam keadaan tidak sehat. 

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengakui sektor industri dan transportasi sebagai penyumbang polutan tertinggi di Jakarta.

Baca juga: Setelah Dicekoki Minuman Keras, Pelajar SMP Diperkosa Pemuda

"Untuk polutan SO2 (sulfur dioksida, Red), sumber terbesar berasal dari sektor industri, sedangkan untuk NOx, CO (karbon monoksida --Red), PM 10, dan PM 2,5 didominasi berasal dari sektor transportasi," kata dia pekan lalu.