HELOINDONESIA.COM - Bank Syariah Indonesia sempat lumpuh 4 hari akibat serangan siber. Dan lumpuhnya layanan Bank Syariah Indonesia sejak Senin (8/5/2023), belum pernah terjadi dalam sejarah perbankan Indonesia. Sehingga betapa hebatnya serangan siber terhadap industri perbankan di Tanah Air.
Ini peringatan buat bank-bank lain. Dengan adanya kejadian serangan siber pada sistem digital Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi sorotan lantaran menimbulkan terhambatnya akses layanan. Kondisi ini nebyebabkan terganggunya perekonomian beberapa pihak.
Anggota Komisi XI DPR RI, Hendrawan Supratikno meminta keamanan siber (cyber security) di dunia perbankan harus dibuat berlapis.
Baca juga: Mardiono Dan Suharso Jadi Penonton di Pileg 2024, PPP Tidak Mendaftarkan ke KPU
Selain itu dia mengingatkan, dalam kasus lumpuhnya layanan Bank Syariah Indonesia oleh serangan siber, Kalangan DPR minta waspadai persekongkolan orang dalam, konsultan IT hingga hackers.
Hal ini dalam rangka mengurangi kejahatan di era digital, yang baru-baru ini dialami oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) yang mengalami peretasan. Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu juga berpesan, setiap bank harus berhati-hati pada para oknum baik dari internal maupun eksternal.
"Cyber security (keamanan jagad maya) merupakan fokus manajemen risiko di era digital. Itu alasan manajemen keamanannya dilakukan berlapis-lapis,” kata Hendrawan.
Menurutnya, pada kasus pembobolan kejahatan seperti harus diselidiki dengan ketelitian luar biasa. Hendrawan menyoroti pula kemungkinan terjadinya persekongkolan pihak-pihak tertentu seperti orang dalam, konsultan IT, dan hackers atau spesialis pembobol.
Baca juga: Curi Perhatian, PAN Bawa Bacaleg Mirip Artis Korea untuk Didaftarkan ke KPU
“Setiap pembobolan harus diselidiki secara seksama. Dalam sejumlah kasus, ada persekongkolan antara orang dalam, konsultan IT, dan spesialis pembobol (hackers)," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria pada Kamis 11 Mei 2023.
Darai pihak PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah menyampaikan permohonan maaf atas kendala yang dialami nasabah dalam mengakses layanan BSI, sekaligus menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan dana dan data milik nasabah.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi menuturkan bahwa pihaknya terus melakukan proses normalisasi dengan fokus utama untuk menjaga dana dan data nasabah tetap aman, dan hingga saat ini proses normalisasi layanan telah dilakukan dengan baik. (*)
(Winoto Anung)
