bjb Kredit Kepemilikan Rumah
Helo Indonesia

Menko PMK Sebut Prodi Akupuntur Herbal Terobosan Baru UMUKA Bidang Kesehatan

Edo - Nasional
Kamis, 9 Mei 2024 16:55
    Bagikan  
UMUKA
Kementerian PMK

UMUKA - Menko Muhadjir Efendy (kakan) saat menerima kenang-kenangan dari UMUKA.

HELOINDONESIA.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan apresiasi atas dibukanya program studi Diploma-4 (D-4) Akupunktur dan Pengobatan Herbal di Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA), Karanganyar.

Muhadjir menyampaikan saat Seminar Nasional Hybrid Dies Natalis Ke-2 UMUKA Solo, bertajuk "Perspektif Herbal dan _Holistic_Care_Era_ Menuju Generasi Sehat Mental", yang diselenggarakan di UMUKA Solo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada Rabu (8/5/2024).

"Saya sangat senang hadir di sini untuk kedua kalinya. Ternyata pertumbuhan UMUKA sudah sangat luar biasa. Pilihan ini saya kira sangatlah tepat, karena itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh," ucapnya.

Baca juga: Gubernur Dampingi Menko PMK dan Menhub Pada Rakor Penanganan Arus Balik Idul Fitri 1445 H

Menko PMK menyampaikan, adanya inovasi program studi bidang pengobatan alternatif dan herbal ini akan menjadi terobosan baru dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

Dia menyampaikan bahwa dibukanya program studi pengobatan alternatif dan herbal ini adalah pilihan tepat.

Apalagi, perkembangan dunia pengobatan saat ini sudah beralih menuju pengobatan alternatif herbal dan mulai meninggalkan produk-produk kimia.

Baca juga: Agar Bisa Bersaing dengan Singapura, Menko PMK Minta Kota Batam Harus Bebas Stunting

Di negara-negara maju seperti Jepang sudah mulai mengembangkan pengobatan alternatif dan herbal.

"Saya percaya dengan kesehatan di dunia ini akan kembali ke teknologi ramah lingkungan. Kembali ke alam tradisional dan keunggulan lokal akan menjadi titik tolak," jelasnya.

Lebih lanjut Menko Muhadjir menyampaikan bahwa adanya program studi ini akan mencetak lulusan yang akan menjadi SDM kompeten dalam bidang pengobatan alternatif akupunktur dan obat-obatan herbal yang akan berkontribusi dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

Baca juga: HKB 2024, Menko PMK: Bencana Bukan Urusan Sembarangan

Sebagai salah satu pelopor program vokasi yang mendukung pengembangan pengobatan alternatif dan herbal di Jawa Tengah, Menko PMK berharap agar UMUKA bisa bersaing dengan perguruan tinggi lain dalam pembangunan, serta menjadi kawasan penyangga dari Solo Raya yang juga memiliki daya saing.

"Ini adalah jalan yang sudah benar yang dilakukan UMUKA dan perlu segera dipercepat perkembangannya di bidang pengobatan herbal. Karena kalau semakin cepat nanti mereka yang akan memulai akan di belakang kita. Kalau kita terlambat orang mudah mengejar. Karena itu kita harus terus kembangkan prodi ini dengan baik," ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara UMUKA Solo dengan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan beberapa Kementerian dan Lembaga untuk pengembangan riset-riset di bidang pengobatan alternatif dan herbal.

Muhadjir juga meminta supaya kehadiran BRIN bisa dimanfaatkan UMUKA dengan baik untuk mengembangkan program studi sehingga riset bisa dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Baca juga: Berbagi Ilmu, Tim PKM Mahasiswa Ilkom USM Latih Siswa SMKN 1 Semarang Menulis Script

Diketahui, Universitas Muhammadiyah Karanganyar atau populer disebut UMUKA Solo membuka Program Studi (Prodi) baru Diploma-4 Akupunktur dan Pengobatan Herbal pada tahun Ajaran 2023/2024.

Prodi baru ini banyak diminati calon mahasiswa baru termasuk dari luar kota karena Prodi itu terbilang masih langka namun memiliki prospek kerja luas di berbagai sektor.

UMUKA Solo memiliki 14 Prodi yang inovatif, untuk S-1 yakni Teknik Komputer, Informatika, Fisioterapi, Akuntansi, Bisnis Digital, Ilmu Komunikasi, Peternakan, Hukum Bisnis, Pendidikan Bahasa Arab, dan Pendidikan Kepelatihan Olahraga.

Baca juga: Menhub dan Menko PMK Tinjau Pelabuhan Merak, Pelabuhan Panjang akan Dipakai Urai Kemacetan, Truk ODOL Akan Ditindak dan Pelabuhan Merak Hanya Untuk Memuat Penumpang

Sedamgkan untuk Prodi D-4 yakni Akupuntur dan Pengobatan Herbal, dan untuk Prodi D-3 yakni Produksi Ternak, Perhotelan, serta Pariwisata.

Turut hadir Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko, Ketua BPH UMUKA Solo Ravik Karsidi, Rektor UMUKA Solo Muhammad Samsuri, serta jajaran Pengurus Daerah Muhammadiyah Karanganyar. (*/ANO)