Helo Indonesia

Dinkes Pesawaran Catat Ada 308 Warga Kena TBC Tahun Ini

Annisa Egaleonita - Ragam -> Kesehatan
Kamis, 6 Juli 2023 16:10
    Bagikan  
Foto ilustrasi/net

Foto ilustrasi/net -

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesawaran mencatat sebanyak 308 warga terkena tuberkulosis (TBC) selama tahun 2023.

Kepala Sub Koordinator Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) Diskes Pemkab Pesawaran, Abdul Razak mengatakan, kasus TBC yang tercatat di tahun 2023 ini didominasi oleh semua umur, baik anak-anak, orang dewasa serta juga manusia lanjut usia (manula)

"308 kasus TBC tersebut tercatat dari 15 puskesmas di 11 kecamatan di Pesawaran. Dan kasus tersebut terjadi dalam lima bulan di tahun 2023 ini," kata Razak, Rabu (5/6/2023).

Dijelaskan, untuk bulan Januari 2023 sudah terdapat 70 kasus TBC, di bulan Februari menurun menjadi 54 kasus.

Baca juga: Tim SAR Gabungan Cari Mahasiswa ITERA yang Terseret Ombak di Krui

"Sedangkan pada bulan Maret turun satu kasus menjadi 53 kasus dan bulan April menjadi 32 kasus, kemudian meningkat di bulan Mei dengan 99 kasus," ujarnya.

Menurutnya, kasus TBC secara keseluruhan di tahun 2022 mencapai 679 kasus.

Razak menghimbau masyarakat Pesawaran harus mewaspadai gejala dari penyakit ini dan masyarakat harus mengetahui gejala-gejalanya, seperti gejala batuk batuk berdahak lebih dari dua minggu, berkeringat pada malam hari tanpa aktifitas, berat badan menurun, nafsu makan berkurang.

"Jadi masyarakat jika mendapati gejala tersebut harus segera datang ke puskesmas untuk diperiksakan dahaknya, apabila positif, segera diobati dengan obat anti TB yg diminum selama enam bulan, serta harus diminum secara teratur untuk mempercepat kesembuhan," jelasnya.

Baca juga: DPR Usulkan SIM Seumur Hidup, Tak Perlu Diperpanjang Tiap Lima Tahun

Ia juga mengungkapkan, puskesmas di Kabupaten Pesawaran bisa melayani pengobatan TBC gratis selama enam bulan. Kemudian Dinkrs melalui Puskesmas secara aktif mengedukasi masyarakat pada saat posyandu, pertemuan di desa atau kegiatan lainnya.

"Kami melakukan penyuluhan badan edukasi, bila ada masyarakat yg mempunyai gejala seperti TB segera datang ke Puskesmas agar diperiksa dahaknya," himbaunya.

Sedangkan untuk upaya preventif, pihaknya meminta agar terus menerapkan pola hidup sehat, makan makanan bergizi, rumah harus bersih dan tidak lembab.

"Dan terpenting harus ada pencahayaan dan ventilasi yang masuk dalam rumah, agar kalo ada bibit penyakit bisa mati," pungkasnya. (Rama)