Helo Indonesia

Sepakat! Israel dan Hamas akan Lakukan Gencatan Senjata Selama 4 Hari

Jumadi - Internasional
Rabu, 22 November 2023 14:07
    Bagikan  
pengumuman gencatan senjata
Tangkapan layar

pengumuman gencatan senjata - Israel dan hamas setuju lakukan Gencatan senjata

HELOINDONESIA.COM - Israel mengumumkan telah menyepakati perjanjian gencatan senjata dengan milisi Hamas di Jalur Gaza, Palestina pada Rabu (22/11/2023).

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengadakan rapat darurat dengan kabinet Israel dan hasilnya menyepakati gencatan senjata selama empat hari, termasuk pembebasan para sandera yang masih ditahan oleh pihak Hamas.

"Kami telah memutuskan keputusan yang sulit malam ini, tapi ini adalah keputusan yang benar," ucap Netanyahu pada Rabu (22/11) dini hari waktu setempat.

Di sisi lain, keputusan tersebut disambut baik oleh pasukan Hamas.

Baca juga: Sebulan Akan Nikah, Duda Sekarat Ditusuk Mantan Suami Sang Calon

"Ketentuan perjanjian ini dirumuskan sesuai dengan visi perlawanan dan faktor-faktor penentunya yang bertujuan untuk melayani rakyat kami dan meningkatkan ketabahan mereka dalam menghadapi agresi," bunyi pernyataan resmi Hamas seperti dikutip AFP.

Dalam pernyataan resminya itu, Hamas juga mengonfirmasi bahwa gencatan senjata akan berlangsung selama empat hari.

Namun, belum jelas kapan gencatan senjata akan dimulai karena Israel sejauh ini masih terus menyerang Jalur Gaza.

Tidak hanya itu, Israel bahkan memerintahkan Rumah Sakit Indonesia di Gaza untuk dievakuasi dan mengancam akan menggempur fasilitas kesehatan tersebut.

Sementara itu, menurut Hamas kesepakatan gencatan senjata mencakup janji Israel akan menghentikan aksi militernya di semua wilayah tersebut, termasuk menghentikan pergerakan kendaraan militer.

Baca juga: Bupati Dico Kukuhkan Pengurus Forsekdes Kendal Periode 2023-2028

Israel juga diminta untuk mengizinkan akses ratusan truk yang membawa bantuan kemanusiaan termasuk pasokan alat medis dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Menurut laporan Al Jazeera, drone di Gaza selatan akan berhenti beroperasi selama gencatan senjata berlangsung.

Sejauh ini, Gaza utara dan selatan memang menjadi target gempuran Israel sejak agresi berlangsung 7 Oktober lalu.

Selama masa gencatan senjata, Israel berkomitmen untuk tidak menyerang atau menangkap siapa pun di seluruh wilayah Jalur Gaza.

Selain itu, Hamas juga harus mengizinkan tim Palang Merah Internasional untuk memberi bantuan perawatan terhadap para sandera.

Baca juga: Buruh Akan Gugat UMP DKI 2024 ke PTUN, Heru Budi : Boleh Saja Hak Warga Negara

Sementara itu, pihak Israel meminta pembebasan setidaknya 50 sandera dari total sekitar 200 orang yang masih ditahan Hamas.

Israel juga sepakat mengembalikan sekitar 150 warga Palestina yang selama ini ditahan di penjara negara tersebut, termasuk tahanan perempuan dan anak-anak.

Tidak hanya melepaskan para sandera, Israel juga berjanji akan menghentikan pertempuran selama gencatan senjata berlangsung.

Israel juga menawarkan perpanjangan gencatan senjata jika Hamas berkenan menambah jumlah sandera yang dibebaskan.

Berdasarkan dari laporan Al Jazeera, Israel menawarkan satu hari tambahan gencatan senjata untuk setiap sepuluh sandera tambahan yang dibebaskan oleh Hamas.

Meski telah mencapai kesepakatan gencatan senjata, namun tidak membuat perang antara Israel dan Hamas di Gaza berhenti.

Bahkan PM Netanyahu mengatakan bahwa agresi Israel ke Gaza akan tetap lanjut sampai tujuan negaranya tercapai.

"Saya ingin menegaskan. Kita sedang dalam perang dan akan terus berperang sampai kita mencapai seluruh tujuan kita, untuk menghancurkan Hamas, dan untuk membebaskan seluruh sandera dan warga kita yang hilang," kata Netanyahu.

Baca juga: 7 Tanda Seseorang Memiliki IQ Tinggi, Apakah Anda Termasuk?

Netanyahu tidak akan berhenti sebelum entitas di gaza telah hilang.

"Kami akan memastikan bahwa tidak ada lagi entitas di Gaza yang akan mengancam Israel,"katanya dikutip dari Jerusalem Post.