HELOINDONESIA.COM - Kementerian Agama (Kemenag) mulai mempersiapkan operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024/1445 Hijriah.
Untuk petugas haji 2024 Kemenag juga akan segera melakukan seleksi panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH).
Proses seleksi petugas haji tahun 2024 akan dilaksanakan pada bulan Desember.
“Proses seleki petugas akan digelar secara berjenjang, dari tingkat Kemenag kabupaten/kota hingga pusat,” kata Direktur Bina Haji Arsad Hidayat.
Nantinya dalam seleksi tersebut, akan ada tiga jenis petugas haji, yaitu petugas yang menyertai jemaah haji (PPIH Kelompok Terbang/kloter), petigas yang tidak menyertai jemaah haji (PPIH Arab Saudi/non kloter), dan petugas pendukung PPIH.
Baca juga: Ini TKD Lampung Prabowo-Gibran, Target 70 Persen Satu Putaran
“Proses seleksi ini akan digelar mulai akhir tahun dan diharapkan pada awal tahun 2024 sudah diperoleh daftar nama yang akan bertugas pada penyelenggaraan ibadah haji 1445 Hijriah,” papar Arsad.
Sebelumnya, telah diputuskan bahwa biaya haji 2024 sebesar Rp 93,4 juta, di mana biaya yang wajib dibayarkan jemaah sebesar Rp 56 juta.
Direktur Layanan Haji Luar Negeri, Subhan Cholid mengatakan bahwa tim pengadaan akomodasi dan katering telah diberangkatkan ke Arab Saudi, untuk mulai mempersiapkan hotel dan konsumsi bagi para calon jemaah haji.
“Tim akomodasi dan tim katering sudah berangkat ke Arab Saudi pada 27 November 2023,” ujar Subhan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/11/2023).
Adapun tim transportasi diberangkatkan pada 30 November 2023, untuk mempersiapkan kebutuhan layanan bus bagi para jemaah haji 2024.
Subhan juga menjelaskan, jemaah haji Indonesia akan tinggal di Arab Saudi selama kurang lebih 41 hari, terdiri dari sembilan hari di Madinah dan sisanya di Makkah.
Terkait dengan layanan katering, jemaah haji tahun 2024 akan mendapatkan 126 kali makan, yang terdiri dari 27 kali makan di Madinah, 84 kali makan di Makkah, 15 kali makan selama di Arafah dan Mina (Armuzna), dan satu kali snack berat di Muzdalifah.
Tidak hanya itu, jemaah haji Indonesia juga akan memperoleh layanan transportasi.
“Tim transportasi akan menyiapkan pengadaan armada bus yang digunakan jemaah haji Indonesia. Kita sudah rumuskan sejumlah spesifikasi kendaraannya, termasuk usia tahun pembuatan maksimal 5 tahun,” jelas Subhan.
Berikut layanan transportasi yang akan didapatkan jemaah haji:
1. Layanan dari bandara Madinah ke hotel di Madinah (pulang pergi)
2. Layanan bus antar kota dari Madinan ke Makkah (pulang pergi)
3. Layanan dari bandara Jeddah ke hotel di Makkah (pulang pergi)
4. Layanan bus salawat.
