Helo Indonesia

Kimas Muda Ungkap Kisah Nyata di Balik Lagu Romantis Daerah yang Viral

Annisa Egaleonita - Ragam
Minggu, 13 Agustus 2023 21:19
    Bagikan  
Kimas Muda dan Putra Ramadhan/Foto: Ist

Kimas Muda dan Putra Ramadhan/Foto: Ist -

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Di balik viralnya lagu Lampung berjudul “Penyampai Khasa”, ada kisah nyata dari curhatan kesedihan seorang sahabat tentang kerinduannya.

Melalui tangan seniman lokal asal Kabupaten Pesawaran yang akrab disapa Kimas Muda, kata demi kata curhatan sahabat itu terangkai menjadi lirik dan lagu.

Sungguh tak disangka, lagu tersebut baru-baru ini sangat viral di media sosial tiktok khususnya di kalangan pengguna asal Provinsi Lampung.

Meskipun berat untuk diungkapkan, Kimas Muda akhirnya buka suara terkait sosok itu yang ternyata tidak lain adalah penyanyi dari single lagu Lampung yang berjudul Penyampai Khasa itu sendiri yakni Putra Ramadhan.

"Ya benar, sosok sahabat tersebut adalah Putra Ramadhan, aslinya dia juga berasal dari Pesawaran. Beberapa tahun lalu, dirinya datang ke rumah saya dan bercerita tentang permasalahan yang sedang menimpanya. Mungkin menurutnya dengan bercerita kepada orang yang bisa dipercaya bisa membuatnya lega," kata Kimas, Minggu (13/8/2023)

Baca juga: Diisi Partai Pro Pemerintah, Prabowo Klaim Koalisinya Gabungan Tim Jokowi

Mendengar curhatan tersebut, Ia ikut prihatin atas apa yang menimpa sahabatnya itu. Namun sebagai seorang sahabat yang usianya lebih tua, dirinya mencoba memberikan masukan agar Putra Ramadhan tidak larut dan segera bangkit kembali.

"Dari hasil curhatan itu, terciptalah beberapa lagu yang saya buat, namun saya bingung siapa yang pantas membawakannya. Lalu saya berfikir kenapa tidak Putra Ramadhan saja yang menyayikan. Seiring berjalannya waktu akhirnya saya bisa menghubunginya kembali dan memintanya untuk membawakan lagu tersebut," ujarnya.

Meskipun Putra Ramadhan bersedia membawakan lagunya, menurut Kimas Muda keadaannya saat itu justru sulit untuk meluangkan waktu bertemu karena kesibukan dan jarak Putra Ramadhan yang sudah menetap dan beraktivitas di Kota Bandarlampung.

Dengan cara mencari waktu luang yang tepat, akhirnya Kimas Muda bisa mendatangkan Putra Ramadhan datang ke rumahnya di Desa Kububatu, Kecamatan Waykhilau, Kabupaten Pesawaran, untuk menggarap lagu “Penyampai Khasa” tersebut.

Jiwa seniman yang dimiliki Kimas Muda mampu memberikan sentuhan tersendiri dalam membuat nada, dibantu oleh Dwi seorang arranger yang kebetulan sebagai tetangga belakang rumah, serta kekuatan karakter vocal yang dimiliki Putra Ramadhan menjadikan lagu Penyampai Khasa mudah diterima dikalangan masyarakat pecinta lagu Lampung khususnya anak-anak muda yang mana mereka sangat kekurangan asupan lagu-lagu Lampung terbaru.

Baca juga: Ganjar Tanggapi Santai Deklarasi Golkar dan PAN ke Prabowo, Katanya: Ini Seperti Pak Jokowi 2014

Saat ini lagu tersebut sangat diterima dan mulai sering dinyanyikan serta dipakai sebagai backsound untuk vidio atau foto yang di posting teman-teman pemuda Lampung di media sosial.

Sementara itu, Putra Ramadhan mengatakan bahwa ada tiga lagu yang diciptakan oleh Kimas Muda untuknya. Lagu itu bejudul Penyampai Khasa, Salam Tikham, dan Dipulaju.

"Sementara ada tiga lagu, yang sudah viral saat ini adalah Penyampai Khasa, Salam Tikham mengikuti, dan yang akan segera dirilis berjudul Dipulaju. Semoga single-single lagu tersebut bisa sangat diterima khusunya oleh masyarakat Lampung," kata Putra.

Tidak hanya itu, Putra Ramadhan dan Kimas Muda berencana akan membuatkan film pendek Lampung yang mengadopsi cerita dari tiga lagu tersebut.

Baca juga: PAN-Golkar Merapat ke Kubu Prabowo, PKS Perkirakan Pilpres Hanya Diikuti Tiga Capres

Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Punyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Pesawaran Farifki Zulkarnayen Arif elar Suntan Junjungan Makhga menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas apa yang sudah dilakukan Kimas Muda dan Putra Ramadhan.

"Semoga lagu-lagu tersebut bisa terus melambung dan terkenal di khalayak ramai bahkan ke mancanegara," kata Farifki

Menurutnya, itu merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lampung khususnya masyarakat kabupaten Bumi Andan Jejama, karena adanya seniman yang masih terus membawa dan menggunakan bahasa Lampung.

"Teruslah berkarya, berinovasi dengan lagu-lagu Bahasa Lampung. Dan mudah-mudahan kedepannya banyak lagi lagu-lagu yang diciptakan dan kembali booming," pungkasnya. (Rama)