LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Wajah Radin Inten II yang dikenal selama ini karya pelukis poster film berdasarkan imajinasi dari cerita kerabatnya yang kemudian dilukis ulang dan diterbitkan Kementerian Sosial RI. Wendi Yacob Leurima ST merekontruksi kembali wajah Sang Pahlawan Nasional asal Lampung itu berdasarkan refrensi geometriknya.
Sang kreator digital ini merekontruksi wajah Radin Inten II gelar Kesuma Ratu berdasarkan refrensi ciri-ciri geometrik wajah yang terdapat dalam lukisan-lukisan dari subjek, perubahan karena umur (22 tahun,), etnis, dan refrensi geomentris wajah lukisan Sunan Gunung Jati.
Dalam facebooknya, tujuan rekontruksi hanya pengingat suatu peristiwa bagi generasi selanjutnya, bukan untuk perdebatan. "Bagi saya perdebatan tanpa data yang benar-benar akurat adalah perbuatan orang yang tidak cerdas," tulisnya.
Faktanya, Radin Inten II adalah keturunan langsung Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) dari pernikahannya dengan Putri Sinar Alam, seorang putri dari Minak Jalan Ratu dari Kebanyakan Kematian Pugung.
Baca juga: Terbengkalai, Proyek Jalan Depan PDAM Way Rilau Bandarlampung
Dengan demikian, dalam darah Radin Inten II mengalir etnis India, Arab (Sayyid), Kampung, serta Jawa Barat. "Hubungan antara Banten, Demak, Lampung dimulai oleh anak Sunan Gunung Jati Maulana Hasanuddin. Dengan demikian, mereka semua sayyid yang tercatat namanya di silsilah Ahlul Bayt" kata Wendie.
"Saya juga sempat mendengar jika Beliau itu keturunan habaib," kata Oki Laksono, anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Lampung yang juga seorang arkeolog dari Museum Lampung.
Untuk visualisasinya, menurut sang kreator, setiap versi mempunyai cara penelusuran yang berbeda-beda dan pasti berdasarkan kecintaan terhadap sejarah, bukan tujuan yang tidak jelas. "Keduanya tidak memiliki kesalahan," katanya.
Baca juga: Setelah Ada Gugatan Syarat Umur Capres Cawapres 35 Tahun, Kini Disoal Batas Maksimal 70 Tahun
Wajah Radin Inten II yang beredar saat ini, diduga karya pelukis poster film bernama Soemardjo berdasarkan gambaran kerabatnya pada tahun 1986. "Pakai tirakat 40 hari juga," kata Pulung Swandaru, kawan Soemardjo.
Lukisan karya pertama itu kini ada di Ajungan Lampung TMII Jakarta. Gambar Radin Inten II era Gubernur Poedjono Pranyoti itu dipindah Gubernur Sjachroedin ZP dari Kantor Gubernur Lampung agar banyak dilihat orang.
Lukisan itu lalu dilukis ulang yang kemudian terdokumentasi dalam Buku Complete Collection of Indonesia Heroes karya Mirnawati (2012) dengan ISBN 978-978-788-343-0. (Herman Batin Mangku/HBM)
