Helo Indonesia

Radin Inten II Gugur Usia 22 Tahun, Dari Mana Kumis Tebalnya?

Annisa Egaleonita - Ragam
Jumat, 4 Agustus 2023 17:39
    Bagikan  
Radin Inten II Gugur Usia 22 Tahun, Dari Mana Kumis Tebalnya?

Lukisan Radin Inten II di TMII, Lukisan Radin Inten II di buku-buku, dan foto keturunan Radin Inten II: Khaja Muda Say Saka (Foto Kolase Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Pahlawan nasional satu-satunya asal Lampung, Radin Inten II divisualisasi sebagai sosok pria gagah berkumis tebal. Apakah sosoknya benar-benar seperti itu?

Radin Inten II gugur pada usia yang sangat muda, 22 tahun, yakni 5 Oktober 1858. Apakah remaja yang lahir pada 1 Januari 1858 memang sebegitu tebal kumisnya dan kerap tampil lebih dewasa dari usianya?

Menurut Anshori Djausal, foto Radin Inten II gelar Kesuma Ratu yang ada saat ini adalah imajinasi dari pelukis pertamanya yang belum diketahuinya hingga kini.

Setahunya, lukisan Radin Inten II yang dipajang di Anjungan Lampung Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta itu yang kemudian juga menginspirasi wajah dan patung Radin Inten II yang beredar saat ini.

Baca juga: Anshori Mengugat, Warna Pakaian Radin Intan II Sehaga-haga

"Yang di TMII, gak tahu siapa pelukisnya, " kata ketua sejarahwan Lampung ini kepada Helo Indonesia Lampung, Jumat (4/8/2023).

"Almarhum Suyitno, pelukis tokoh-tokoh Lampung, pernah pula melukis Radin Inten II," ujar Anshori Djausal yang pernah menjadi ketua Dewan Gelar Daerah Lampung masa Gubernur Lampung Sjachroedin ZP.

Namun, dia tak bisa memastikan apakah Suyitno pelukis Radin Inten II, baik yang di TMII maupun yang pernah dipajang di Bandara Radin Inten II.

Yang sudah pasti, kata dia, pakaian Radin Inten II yang lain tempat lain pula desain dan warnanya. Jika berdasarkan baju yang pernah didokumentasinya tahun 2000-an, baju Radin Inten II warna hitam bermotif bunga dengan celana gantung warna merah.

"Saya dulu pernah protes ketika patung Radin Inten yang di Kecamatan Rajabasa tiba-tiba dicat warna putih tahun 2000-an. Bener-benar gak tau sejarah dan pahlawan," katanya kepada Helo Indonesia Lampung, Minggu (30/7/2033).

Baca juga: Sudarto Bersyukur, Motor yang Hilang Ditemukan Polres BL

Akibatnya, kata Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Lampung itu semua patung Radin Inten II bajunya warna putih, termasuk patun Radin Intan II di Bandara Radin Inten II. Di wilayahnya sendiri, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, bajunya dari biru jadi krem.

Jika di depan Pasar Bawah, Kota Bandarlampung, wajar karena patung perunggu, katanya. "Sejak kapan patung bisa turun ganti baju, sehaga-haga (semaunya) tukang cat," ujar Mantan Dekan Fakultas Teknik dan Wakil Rektor Universitas Lampung tersebut

Menurut Anshori Djausal, dia pernah melihat langsung pakaian pahlawan Lampung tersebut saat masih utuh di keluarga besarnya, Kalianda. Bajunya warna hitam sedangkan celana warna merah beragam hias benang emas sampai betis model Eropa era Navoleon Bonaparte.

Baju warna hitam itu yang kemudian menjadi foto resmi dirinya yang diakui pemerintah pusat sebagai pahlawan nasional. "Setiap pahlawan itu ada pakaian resminya," tandas penggiat seni lukis, layang-layang, asesoris batu hias, dll.

Menurut Anshori Djausal, dirinya pernah meminta keluarga Radin Inten II memprotes kekeliruan tersebut kepada dinas yang bertanggung jawab terhadap pahlawan, yang ngurus pahlawan. "Maaf kesadaran sejarahnya masih rendah," ujar Bang An, panggilannya.

Lampung, katanya, hanya ada satu pahlawan nasional, sepatutnya dihormati sebagaimana mestinya seorang pahlawan. Dulu, ada satu lukisan besar Radin Inten II di Bandara Radin Inten yang bajunya sesuai dengan yang diakui pemerintah, tapi lukisan itu sudah tak ada lagi. (HBM)