HELOINDONESIA.COM - Selama beberapa dekade, para fotografer profesional mengandalkan jenis lensa 70-200 mm F/2.8 dan lensa 300 mm f/2.8 untuk melakukan pekerjaan fotografi mereka.
Lensa ini sangat ideal dan menjadi andalan untuk memotret berbagai jenis event, baik kegiatan outdoor maupun indoor.
Bagi para fotografer jurnalistik jenis lensa ini menjadi andalan mereka dalam kesehariannya selain tidak terlalu berat untuk ditenteng kemana-mana.
Canon baru-baru ini memperkenalkan jenis lensa telefoto RF 100-300 mm F/2.8 L IS USM, lensa ini merupakan perpaduan lensa tele zoom 70-200 mm dan lensa tele 300 mm.
Baca juga: Honor Luncurkan Ponsel Magic 6 Series Tawarkan Koneksi Satelit dan Lensa Wide 50 MP Aperture Lebar
Menurut pengujian petapixel.com, jenis lensa ini merupakan jenis lensa yang tangguh dan sangat bagus dengan berat 2,65 kg.
Lensa telefoto ini seharga Rp147 jutaan sedikit lebih berat dari lensa tele EF 300 mm F/2.8, namun memiliki keserbagunaan yang ekstra.
Meski demikan beban ini masih dapat diatur dan masih bisa dengan mudah dipegang tanpa masalah sepanjang hari dalam sebuah pemotretan.
Sebagai lensa seri L, konstruknya ringan namun kokoh dengan desain yang sepenuhnya tahan terhadap cuaca sehingga mampu menangani kondisi terberat sekalipun.
Baca juga: Lensa Nikkor Z 24-120mm f/4 S Terlaris dan Berikut Daftar 10 Kamera Terpolular Tahun 2023
Lensa ini juga dipenuh banyak tombol yang dapat disesuaian menghiasi ring depan, yang diikuti oleh cincin kontrol khusus, fokus manual dan cincin zoom lempar yang cepat.
Anda masih bisa memanfaatkan telekonver untuk memperluas jangkauan lebih jauh lagi dengan kualitas gambar yang masih prima.
Lensa ini berbeda dengan desain umumnya Canon 100-300 mm tidak menggunakan pengaturan filter drop-in, melainkan memasang filter 112 mm di bagian lensa depan.
Pengaturan ini menghemat berat tetapi dalam situasi yang jarang terjadi ketika Anda ingin menggunakan filter, ukuran 112mm yang tidak biasa akan mahal dan sulit ditemukan.
Baca juga: ZTE Nubia Z60 Ultra Resmi Rilis di China, Mengusung Kamera Canggih AI
Telefoto ini juga dilengkapi stabilisasi gambar internal dengan rating mencapai 5,5 stop, dan terdapat tobol kontrol untuk pengaturan mode IS yang bebeda, dengan lensa sangat stabil.
Kerah tripod tidak dapat dilepas dan sayangnya tidak dipotong untuk dudukan model Arca.
Memang ada penghentian klik 90 derajat, yang juga banyak disukai, meski beberapa lainnya tidak menyukainya.
Pegangan empuk memberikan banyak ruang untuk tangan bersarung besar dan menyediakan cara yang aman untuk membawa lensa.
Saya terutama senang bisa meletakkan telapak tangan saya di bawah dudukan tripod namun tetap dapat memanipulasi cincin zoom dengan mudah menggunakan jari saya.
Baca juga: HP Honor X8b Resmi Meluncur, Dibekali dengan Kamera 108 MP dan Layar Poni ala Iphone
Berkat lemparan zoom pendek, pemotret dapat beralih dari 100mm ke 300mm tanpa harus melepaskan tangan.
Jika Anda ingin memperluas jangkauan bisa dengan mudah menggunakan telekonverter seperti konverter 2X ketika dikombinasikan dengan telefoto 100-300 mm ini akan sangat beguna untuk bergai jenis fotografi, dengan tetap memberikan banyak pencahayaan dengan aperture optik F/ 2.8.
Seperti kita ketahui lensa Canon menggunakan motonano USM kembar yang menggerakkan lensa tanpa menimbulkan suara, begitu juga pada lensa 100-300 mm ini.
Tak hanya itu, lensa ini juga memiliki ketajaman fokus yang akurat dan cepat jika dikombinasikan dengan kamera Canon R5 dan R3.
Baca juga: Honor X7b Resmi Rilis, HP Canggih dengan Kamera 108 MP
Bahkan dalam situasi redupun pun pemfokusan otomatis bisa bergera tepat dan cepat, bahkan dalam cahaya redup melalui kaca plexiglass sekalipun.
Telefoto ini cepat juga rentan terhadap LoCa, atau aberasi kromatik memanjang, yang menyebabkan munculnya corak warna di area gambar yang tidak fokus dan sangat sulit dihilangkan setelahnya.
Untungnya, Canon 100-300mm terkoreksi dengan sangat baik sehingga LoCa tidak muncul di mana pun dalam bingkai.
Ini adalah lensa yang dirancang dan dikoreksi dengan sangat baik, bokehnya menyenangkan dan transisinya mulus saat fokus memudar ke latar belakang.
Baca juga: Pertama di Dunia, Psync Camera Genie S, jadi Kamera Keamanan Ruangan Bertenaga GPT
Lensa mahal seperti ini sangat tajam 100-300mm tidak mengecewakan, ketajaman tengah pada 100mm sangat bagus pada f/2.8 dan lensanya memotret rata hingga ke sudut.
Menghentikan lensa ke f/5.6 sebenarnya tidak diperlukan kecuali Anda menginginkan kedalaman bidang.
Pada lensa 300mm bisa dirasakan lensanya bahkan lebih baik dan pada dasarnya ideal di seluruh frame, terbuka lebar.
Ketajaman luar biasa pada lensa 300 mm ini juga membuahkan hasil dengan telekonverter yang terpasang, sehingga tingkat detail masih dapat dipertahankan secara maksimal.
100-300mm akan menjadi master bidang kedalaman dangkal dengan aperture cepat dan rentang telefoto yang panjang.
Kualitas bokeh semakin mendukung kekuatan tersebut karena halus dan indah.
Sorotan specular tidak menunjukkan cincin bawang atau bahkan efek gelembung sabun sama sekali.
Baca juga: Kerjasama dengan Leica, Xiaomi 14 jadi Gahar, Sematkan Lensa Kamera Setara dengan DSLR
Ada beberapa sketsa mata kucing yang menyenangkan pada f/2.8 dan semuanya bulat dan mulus pada f/5.6.
Latar belakangnya sehalus sutra tanpa gangguan yang kasar atau hingar-bingar.
Lensa ini akan memberikan latar belakang yang menyenangkan baik itu berupa ranting-ranting yang berantakan di belakang binatang, atau kerumunan orang di Olimpiade berikutnya. **
