Helo Indonesia

Gandeng TikTok, Bawaslu Berharap Konten-konten Hoak Cepat Ditangkal

Drajat Kurniawan - Nasional -> Politik
Selasa, 19 September 2023 21:16
    Bagikan  
Ilustrasi Logo Bawaslu
Foto : Ist

Ilustrasi Logo Bawaslu - (Ist)

HELOINDONESIA.COM - Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan platform media sosial TikTok. 

Selain menandatangani MoU dengan TikTok, Bawaslu RI bakal menjalin kerjasama dengan plat form media sosial lain. 

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja berharap kerjasama dengan Tik Tok menjadi saluran media sosial dengan konten positif dalam rangka untuk mencegah masifnya arus disinformasi, ujaran kebencian dan hoaks di plat form media sosial menjelang kontestasi Pemilu 2024. 

Selain itu upaya kerjasama melalui Mou itu dilakukan oleh Bawaslu RI dalam rangka memfasilitasi pemilih dengan konten-konten edukatif dan partisipatif terkait ajang Pemilu. 

Baca juga: Bawaslu Bandarlampung Koordinasi Kerawanan Pemilih Tambahan

"Jadi kami harapkan dengan kami bekerja sama dengan tiktok, dan media sosial yang lain dapat mewujudkan saluran media sosial yang menjadi rujukan teman-teman khususnya pemilih,"kata Bagja dalam kegiatan peresmian MoU dengan Tik Tok yang digelar di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, dikutip Selasa (19/9/2023). 

"Dengan adanya kerjasama ini, tiktok juga akan memelihara keadaan lalu lintas media sosial kita dan ini akan menjadi rujukan juga bagi teman-teman pemilih pemula mencari informasi," lanjutnya.

Disisi lain, dirinya menerangkan, bahwa dalam pelaksanaan kontestasi pemilu di Indonesia, terdapat dua karakteristik pemilih yang telah mendominasi jumlah pemilih kesuluruhan. Dua karakteristik itu yakni pemilih muda dan pemilih pemula. 

Baca juga: Aturan Pasang Atribut Peserta Pemilu Disosialisasikan Bawaslu Kota Semarang

"Ada 2 karakteristik pemilu, satu pemilih muda, satu baru memiliuh. Misalnya pensiunan tentara maupun polisi, itu disebut pemilih pemula ya walaupun usianya sudah 60," ungkap Bagja. 

Bedasarkan hal itu, Bagja menambahkan, upaya kerjasama dengan Tik Tok dan media sosial lain nya diharapakan dapat memelihara lalu lintas informasi mengenai kepemiluan di media sosial dengan konten-konten yang positif. 

"Yang paling penting adalah pencarian informasi melalui tiktok, itu akan semakin kaya, dan kita akan meluihat juga para kontestan pemilu nanti bersaing di media sosial dengan baik," tandas Bagja.