LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Anggota DPRD Lampung Muhammad Junaidi ternyata hobi menggali sejarah daerahnya. Menurut wakil rakyat yang dilantik pergantian antarwaktu (PAW), Kamis (24/8/2023), sejak sekolah telah terobsesi menguak perjuangan para tokoh Lampung.
"Berawal dari minimnya informasi sejarah perjuangan tokoh Lampung. Yang terdengar dari mulut ke mulut ratusan tahun, ada tokoh A di sana dan B di sini, tapi refrensinya, pustakanya banyak tak ada, ujarnya kepada Helo Indonesia Lampung, Rabu (23/8/2023).
Sambil memimpin Partai Demokrat Lampung Selatan, selepas mendedikasikan diri sebagai legislator DPRD Lampung dari Partai Demokrat periode 2014-2019, dia memanfaatkan waktu tiga tahunan ini menyelusuri sejarah tokoh Lampung lewat catatan masa Kolonial Belanda.
Baca juga: Anggaran dan Program Kegiatan Dinas Perikanan Tubaba 2022 Disinyalir Mark Up
Mulai tergambar sedikit sepak terjang Radin Inten I dan II, katanya. Dia juga menemukan pejuang dari Kabupaten Tulangbawang yang diburu Belanda dan ditangkap tapi berhasil meloloskan diri dan jadi buron selama 15 tahun membangun kekuatan rakyat untuk tak tunduk pada penjajah.
Setelah 15 tahun, tahun 1867, Belanda satu regu khusus pimpinan Letnan Inf. K.H.A. Haack van der Goes memburunya kembali. Tak mudah menaklukan sang pejuang, Belanda harus bertempur dulu dengan senjata api dan senjata tajam,
Baru satu tokoh pejuang yang dilansirnya lewat Helo Indonesia Lampung, pembacanya ribuan. Link tulisan berjudul "Kisah Pahlawan, van der Goes Buru Raden Moehammad ke Menggala" bisa dibuka di https://heloindonesia.com/lain-lain/7858/kisah-pahlawan-van-der-goes-buru-raden-moehammad-ke-menggala.
Anshori Djausal, budayawan yang juga ketua Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi Lampung terkejut munculnya sekelumit refrensi berdasarkan penyelusuran catatan Belanda adanya pejuang yang mendedikasikan dirinya buat harga diri bangsanya yang bernama Raden Moehammad.
Baca juga: Dituding Sudah Kampanye, Yuk Cek Permainan Kata-kata Gibran untuk Berkelit dari Jeratan Bawaslu
"Wow, luar biasa, kalau lengkap dengan penelusuran dari keturunannya, pahlawan nasional nih," ujar Anshori Djausal. Dia mengaku pernah pula mendengar sekilas legenda 'pahlawan' ini dari neneknya. "Tapi, namanya gak persis. Mungkin yang saya dengar adoknya," tandasnya.
Anggota TACB yang juga seorang arkeolog Oki Laksito bahkan mengaku belum sama sekali mendengar sejarah tersebut. "Terima kasih info van der Goes, saya baru tahu," ujarnya.
Muhammad Junaidi masih menyimpan banyak catatan tentang tokoh pejuang Lampung, catatan tentang:
1. Radin Inten I, Radin Inten II, dan para pejuang lainnya dari Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan,
2. Daeng Radjah dari Pesisir Timur.
3. Raden Gajah dari Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara,
4. Raja Gemoentor dari Gedungpakuoan, Telukbetung, Kota Bandarlampung.
5. Dll.
Rencana, catatan-catatan selintas itu satu per satu dibagikan lewat Helo Indonesia Lampung. Mudah-mudahan, tulisan-tulisan "jasmerah" ini sedikit menguak jejak sejarah perjuangan tokoh daerah ini, kebanggaan, sekaligus menjadi pijakan moral Lampung menyongsong masa depannya. (HBM)
