Helo Indonesia

Prabowo dan Ganjar Berebut Pengaruh Jokowi, Para Pembesar Parpol Hilang Digdaya Ditekuk Gibran

Winoto Anung - Nasional -> Politik
Senin, 21 Agustus 2023 13:09
    Bagikan  
Ganjar Pranowo, Prabowo, Jokowi
Facebook/ Prabowo Subianto

Ganjar Pranowo, Prabowo, Jokowi - Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto saat mendampingi Presiden Jokowi saat panen raya di Kebumen, 9 Maret 2023. (Foto: Facebook/ Prabowo Subianto)

HELOINDONESIA.COM - Pada mulanya berebut pengaruh Presiden Jokowi. Bakal capres Prabowo Subianto dan bakal capres Ganjar Pranowo berebut pengaruh Jokowi itu dengan jor-joran pernyataan.

Prabowo mengaku tak segan-segan mengku berguru kepada Jokowi. Ganjar menyatakan akan melanjutkan seluruh program-program pembangunan yang dicanangkan Jokowi.

Masih lanjutan rebutan pengaruh Jokowi, putranya yang juga Wali Kota Surakarta (Solo) Gibran Rakabuming, juga menjadi rebutan. Semula dari pihak Prabowo yang diduga sudah jauh merencanakan memasangkannya dengan Gibran sebagai bakal cawapres.

Di antaranya, melakukan uji materi ke MK tentang permohonan pengubahan batas syarat umur capres cawapres minta diturunkan menjadi 35 tahun. Ini artinya agar Gibran bisa ikut maju di Pilpres 2024.

Baca juga: DPR: Pembangunan Museum dan Monumen Reog Ponorogo Perlu Diadopsi Daerah Lain

Ketika sepertinya MK akan mengabulkan, lantas PDIP pun memberikan sambutan. Dalam waktu yang sama, PDIP melalui Puan, mengatakan, membuka peluang Gibran (putra Jokowi) sebagai Bacawapres Ganjar.

“Saat yang sama, di media lain, mengabarkan, pasangan Prabowo-Gibran, sebentar lagi rampung,” tulis netizen @munir_timur di X (Twitter).

Menurutnya, dua entitas politik papan atas, terlihat berebutan memasangkan Gibran sebagai Bacawapres. Kendatipun, dengan demikian, terlihat Bacawapres keduanya tampak prematur.

Baca juga: Deklarasikan Prabu, FRD Pro Korban Penculikan Sebut Budiman Sudjatmiko Cuci Dosa Sejarah Prabowo Subianto

“Namun sekilas, cepat-cepatan merebut Gibran sebagai Bacawapres, menggambarkan betapa dua entitas politik papan atas ini, begitu mudah bertekuk di bawah kekuatan pengaruh Jokowi. Meskipun sebentar lagi juga Jokowi hanya rakyat sipil biasa,” ungkap Munir.

Padahal Gibran belum tentu menjadi mesin elektoral keduanya. Dalam berbagai survei, nama Gibran jarang muncul dalam bursa Bacawapres 2024. Namun gelagat Prabowo bersama Gibran, disusul Ganjar + PDIP, menggambarkan soal lain yang perlu diraba, apa gerangan?

Dia menyebut, para pembesar-pembesar Parpol papan atas di negeri ini, seakan hilang digdaya, ditekuk oleh seorang Gibran, politisi seumur jagung dengan jam terbang dlm kancah nasional, di bawah rata-rata.

Baca juga: Berkah Kemarau Panjang Blewah Melimpah di Tuban, Per Hektar Petani Bisa Untung Hingga Empat Puluh Juta

Bila yang dipertimbangkan adalah coat-tail effect (efek ekor jas) Jokowi, mestinya Ganjar dan PDIP yang paling banyak mendulang Jokowi efek. Karena Jokowi kader PDIP dan sebagai endorser Ganjar.

“Namun elektabilitas Ganjar yang mangkrak di bawah Prabowo dalam beberapa survei, menggambarkan, efek ekor jas Jokowi tak begitu ngefek ke elektabilitas Ganjar,” tambahnya.

Sebaliknya, elektabilitas Prabowo yang berada di posisi puncak, diam-diam disebutkan sebagai Jokowi effect. “Namun ini pun perlu disagregasi lebih detail, apakah elektabilitas Jokowi adalah limpahan dari Jokowi effect?” tanya Munir.

Baca juga: Dulu SBY Tak Pernah Ragu Siapa Penggantinya, Kini Jokowi Masih Terus Pertanyakan Kapasitas Penerusnya

Menurut dia, menarik untuk menyimak hasil survei Indopol, bahwa sebesar 56,6 persen publik tidak akan memilih capres yang di-endorse Jokowi, dan hanya 19,3 persen yang akan mengikuti pilihan Jokowi. Jadi Jokowi effect  atau efek ekor jas Jokowi, bukan variabel penentu kemenangan di Pilpres 2024.

“Apalagi efek ekor jas Jokowi, sangat mungkin tergerus oleh dinamika politik aktual. Dan seiring waktu, Jokowi influence bisa tergerus oleh posisi Jokowi sebagai lame duck alias bebek lumpuh,” kata Munir.

Menurunnya loyalitas pengikut dan degradasi pengaruh adalah factor yang bisa menyebabkan erosi terhadap efek ekor jas Jokowi. Keduanya bergantung

“Perebutan efek ekor jas Jokowi antara Ganjar & Prabowo, sesungguhnya menggambarkan kelemahan dari dua figure ini,” ujarnya. (**)