Helo Indonesia

Sempat Cari Kambing Hitam, Parosil Akhirnya Keliling Minta Maaf

Annisa Egaleonita - Nasional -> Politik
Selasa, 15 Agustus 2023 21:02
    Bagikan  
Sempat Cari Kambing Hitam, Parosil Akhirnya Keliling Minta Maaf

Parosil Mabsus minta maaf atas ucapannya agar kader NU tak bergabung ke PKS dan PKB (Foto Wildan/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Bocor ngisi materi agar kader NU tak bergabung ke PKS dan PKB, Parosil Mabsus akhirnya minta maaf. Walau, dia sempat cari kambing hitam, ketika dilaporkan, dia akhirnya keliling ke Muhammadiyah dan rencana ke PKS dan PAN.

Muhtasyar dan Ketua DPC PDIP Lambar ini langsung meminta maaf ketika viral video dan berita saat dirinya menjadi pemateri agar para kader NU tak bergabung ke PKS dan PAN. Dia menyuntik pemikiran tersebut pada pendidikan dasar kader NU di MTS Al-Hikmah, Suoh, Lambar, Minggu (6/8/2023).

Walau sudah minta maaf usai Rakerda IV PDIP Lampung di Hotel Sheraton, Kota Bandarlampung, Kamis (10/8/2023), Mantan Bupati Lambar ini sempat dilansir mempertanyakan bocornya ucapannya. "Pasti ada yang ingin menghancurkan saya," katanya, Jumat (11/8/2023).

Baca juga: Merasa Dirugikan, Peserta Tender DTW Curugsewu Layangkan Sanggah Banding ke Disporapar

Helo Indonesia Lampung sudah berusaha konfirmasi via whatsapp, Kamis (10/8/2023), namun tak pernah ditanggapi. Saat jadi kepala daerah juga, dia selalu mengabaikan konfirmasi wartawan yang kini ada di media ini.

Setelah pernyataannya dilaporkan DPD IMM Lampung ke Polda Lampung, Senin (14/8/2023), Parosil datang silaturahmi dan minta maaf atas kekeliruannya kepada keluarga Muhammadiah di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Kota Bandarlampung, Selasa (15/8/2023).

undefined

Parosil Mabsus diberi buku agar memahami pemikiran Nuhammadiyah (Foto Wildan/Helo)

Rencana, Rabu (16/8/2023), Parosil akan melakukan hal yang sama mendatangi PKS dan PAN. "Sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kekurangan dan kelemahan, saya menyampaikan permohonan maaf, sekaligus meluruskan," ujarnya. 

Dia mengaku malu atas merebaknya pemberitaan ini. Padahal, katanya, saat masih di pemerintahan, paling pantang membedakan kelompok. Pada pertemuan tersebut, Muhammadiyah memberikan buku 'Moderasi Beragama Sudut Pandang Orang Muhammadiyah' kepada Parosil. (Wildan Hanafi)