HELOINDONESIA.COM - Ade Armando adalah politisi PSI. Kala itu juga ikut pertemuan saat Prabowo datang ke PSI. Dia disebut-sebut menjadi cenderung mendukung Prabowo ketimbang Ganjar Pranowo.
Nah, saat Golkar dan PAN kini ikut bergabung dengan koalisi Gerindra dan PKB, Ade Armando mengungkapkan, itu mungkin karma buat kesombongan PDIP. Namun di mengaku tetap memilih Ganjar.
Hal itu diunggah di X (Twitter). Dia mengunggah meme dan juga narasi. Di meme yang diunggahnya tertulis bahwa ada nuansa di melihat Prabowo bakal menang.
“Golkar, Gerindra, PKB, dan PAN berkoalisi untuk dukung Prabowo. Koalisi perubahan udah anyep. Hasil akhir makin jelas.....” ungkap Ade Armando (@adearmando61).
Baca juga: LPSK Siap Berikan Perlindungan Untuk Miss universe Korban Pelecehan
Sementara itu, narasi dalam unggahan berserta meme tersebut, Ade Armando menyebut 4 parpol gabung, yakni Golkar, Gerindra, PKB, dan PAN dukung Prabowo.
Dia menyinggung Nasdem dan Demokrat akan gabung koalisi itu. Sedangkan untuk partai banteng, Ade Armando menyebutnya karma untuk kesombongan PDIP.
“Golkar, Gerindra, PKB, dan PAN dukung Prabowo. Koalisi Perubahan gak jelas nasibnya. Sangat mungkin Demokrat atau Nasdem ikut gabung. Ini mungkin Karma buat kesombongan PDIP,” tulis Ade Armando.
Baca juga: Kaya Nutrisi dan Vitamin, Berikut Manfaat Kacang Merah untuk Kesehatan Tubuh Anda
Lantas, dia mengaku dihina-hina oleh pihak yang disebutnya kadrun-kadrun PDIP. Namun dia akan tetap mendukung Ganjar Pranowo.
“Walau kadrun2 PDIP menghina-hina dan mrmfitnah saya dan PSI, saya rasa saya akan teta[ memilih Ganjar Mungkin terkesan bodoh tapi ...,” tulis Ade Aarmando (@adearmando61).
Selain itu, dalam narasi dia menyebut mungkin Ganjar akan kalau, tapi dia tetap akan memilij Ganjar Pranowo. “Ganjar nampaknya akan kalah. Tapi saya tetap akan memilih dia..” ungkap @adearmando61.
Baca juga: Uston Nawawi Puji Penampilan Sho Yamamoto yang Kembali Menemukan Ketajaman dalam Mencetak Gol
Ternyata unggahan Ade tersebut banyak mendapat kecaman dari netizen di kolom komentar. Dia dimita tidak urah mengurus parpol lain, besarkan saja partai {SI.
“Sibuknya kau ngurusin PDI-P, urus PSI gimana caranya bisa jadi partai yg lolos ke Senayan!” tulis netizen @Nast_1205.
“Kau lebih sombong dari PDI-P, kalaupun PDI-P sombong masih keterima nalar karena partai besar,lah kau dan psi mau sombong apa yang mau disombongkan? Ngaca kau ade armando,kalaupun kau gak dukung ganjar jg gakpapa! Dari 2014/2019 sudah biasa capres dan PDI-P dikroyok! Paham kau,” lanjut netizen @Nast_1205.
Baca juga: Kaya Nutrisi dan Vitamin, Berikut Manfaat Kacang Merah untuk Kesehatan Tubuh Anda
“Bukanya sombong bang... apa gunanya jika ada partai ikut merapat ke PDIP ujung²nya minta jatah jabatan mentri , karena kepemimpinan pak Ganjar tidak ingin kepentingan rakyat dinomor duakan. Jabatan mentri akan diisi oleh orang² yg memiliki integritas pada bangsa dan negara... bukan oleh politikus amatir ...,” tulis netizel Gomaudino @GomarusBudiatn4.
“PDIP itu bukan songong tapi bisa melihat mana yang sabar mana yang tidak.. Contoh seperti ini belum juga apa2 sudah lgs menjelekkan PDIP songong, PDIP itu hampir sama dengan sifat jokowi, tau mana yg tulus dan tidak, dan ternyata benar kejadian sifatnya sm dgn Rizal R & lain,” tulis @saatnyauntuknya. (**)
