HELOINDONESIA.COM - Dua calon presiden (capres) Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan telah menunaikan ibadah haji atas undangan khusus dari kerajaan Arab Saudi.
Pegiat media sosial Dr. Tiffa mengaku Bersyukur, Indonesia mempunyai tiga capres, semua bergelar Haji.
"Meskipun di detik-detik terakhir prosesi Haji dimulai, Ganjar Pranowo akhirnya dapat undangan khusus dari Kerajaan Arab Saudi, seperti yang terlebih dahulu diterima oleh Aniesbaswedan sekeluarga," cuit dia dalam akun Twitter-nya, dilansir Senin (3/7/2023).
"Saat ini, insyaAllah mereka berdua sudah sah menjadi Haji. Menyusul senior mereka, Pak prabowo yang sudah berhaji di tahun 1991," lanjutnya.
Baca juga: Big Fish, Dugaan Transaksi Hampir Rp1 Triliun di KPK RI
Meski baru tahun ini berangkat ke tannah suci, dia mendoakan Aniesbaswedan dan Ganjar Pranowo menjadi haji yang mabrur. "Semoga keduanya, Haji Aniesbaswedan dan Haji Ganjar Pranowo, mendapatkan haji mabrur. Amiin," tegasnya.
Menurut dia, dari ketiga capres yaitu Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dipastikan salah satu diantaranya akan menjadi kandidat Presiden yang akan terpilih pada kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Untuk mencapai kemenangan, ketiga capres bakal melakukan berbagai upaya seperti membagikan sembako, bertemu langsung masyarakat untuk mensosialisasikan diri hingga memainkan cara-cara kotor seperti bagi-bagi uang.
Baca juga: Baleho Jokowi-Prabowo Dipertanyakan di Solo, Kota-Kota Lain Aman Jaya
Cara dan strategi hanya sebagai ikhtiar manusia. Namun demikian kata dia, sesungguhnya, takdir sudah ditentukan siapa yang nantinya akan menjadi pemimpin Indonesia selanjutnya.
"Sekarang kita punya 3 CAPRES bergelar Haji. Dari ketiga Pak Haji ini , salah satunya sudah tertulis dalam lauhil mahfuzh menjadi Presiden 2024," terangnya.
"Artinya, walau usaha sampai jungkir balik, sebar-sebar sembako dan daging kurban dan kaos dan amplop dan segala macam cara untuk menjadikan salah satunya jadi Presiden, semua adalah cara manusia," imbuhnya.
Baca juga: Inilah Profil Menpora Dito yang Diduga Terima Uang Bancakan Korupsi BTS Rp27 Miliar
Siapapun yang jadi Presiden, Dr. Tiffa melanjutkan, adalah ketentuan Allah SWT.
"Bukan yang terbaik dari yang terbaik dari seluruh Rakyat Indonesia yang 278 juta, tetapi karena Allah sudah menentukan apakah Prabowo, apakah Ganjar, apakah Anies yang jadi Presiden," paparnya.
Berdasarkan sejarah suatu negara, dia mengungkapkan, ada suatu negara pernah diberikan Presiden yang setelah terpilih malah bersikap arogan dan tidak adil.
Presiden tersebut tentu saja sama sekali bukan representasi Manusia Terbaik senegara. Karena ini bukan Lomba Lari yang pemenangnya adalah siapa yang terbaik dan berlari paling cepat.
"Tetapi Kepala Negara, apakah dia bernama Raja, Sultan, Presiden, Kaisar, dia memimpin karena Allah yang memutuskan," tambah dia.
Baca juga: Menpora Dito Pastikan Penuhi Panggilan Kejaksaan Terkait Dugaan Penerimaan Uang Rp27 Miliar
Bahkan sejarah mencatat Roma pernah punya Nero. Jerman pernah punya Hitler. Perancis pernah punya Louis XVI. Ketiganya sebagai contoh bahwa Penguasa tidak selalu manusia terbaik di negaranya.
"Dari sini kita tahu, Pemimpin bisa jadi Anugerah Allah bagi rakyat bisa jadi Musibah Allah bagi rakyatnya," ujarnya.
Berkac darisejarah tersebut, dia berharap, ketiga Kandidat capres meninggalkan semua tabiat dan kebiasaan buruk sejak sekarang.
"Jadi Pak Haji Prabowo, Mas Haji Ganjarz dan mas Haji Anies, terserah panjenengan bagaimana memaknai gelar Haji yang disandang,"katanya.
Sebab, dia menambahkan, gelar haji yang disandang seseorang belum tentu menjadikan manusia yang lebih baik dari sebelumnya.
"Waktu dan perbuatan yang akan membuktikan, salah satu dari andaadalah Anugerah atau Musibah," tutupnya.
