HELOINDONESIA.COM - Ada informasi menarik. Di Museum SBY di Pacitan ada foto Moeldoko. Kok bisa? Pikiran orang pasti langsung tertuju pada Moeldoko yang disebut-sebut membegal partai Demokrat. Sedangkan partai Demokrat identic dengan SBY, Susilo Bambang Yudhoyono, petinggi Demokrat.
Faktanya begitu, di Museum SBY ada foto Moeldoko, yang dulu Kasad, lanjud Panglima TNI yang diangkat era Presiden SBY. Bahkan informasinya, ada dua foto Moeldoko.
Informasi soal foto Moeldoko di Museum SBY itu dari politisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon. Dia membuat judul: “Foto Moeldoko di Museum Pak SBY’. Judul itu ditulis kapaital semua,.
Dalam unggahannya, Jansen Sitindaon dengna akun @jansen_jsp menuliskan, Di Museum pak SBY di Pacitan, di dindingnya terpasang banyak foto,” begitu dia memulai tulisan.
Baca juga: Obat TBC Sering Kosong, Dokter Paru Ini Ngadu ke Presiden Jokowi: Penderita Akan Meningkat
“Ketika kemarin jalan2 didalamnya, disalah satu sudutnya kami kaget. Krn melihat disalah satu dinding terpasang foto ada wajah Moeldoko (salah satunya foto dibawah). Sontak saya dan beberapa teman tidak terima,” tulis @jansen_jsp.
Ternyata, Jansen Sitindaon tak tinggal diam dengan adanya foto Moeldoko itu. Dia pun ingin mencari jawaban kepada sang bosnya, SBY. Kesempatan itu datang, dan dia bersama kader lain langsung menanyakan ke SBY dengan nada protes.
“Sorenya ketika jumpa pak SBY dgn berapi-api kami ngomong “Pak, mohon izin kenapa foto yg ada wajah Moeldoko itu tidak diturunkan saja, diganti dgn yg lain biar wajahnya tidak ada di Museum ini, penghianat dia itu Pak dst”,” ungkapnya.
Ternyata, jawaban dari SBY tidak ada yang bernada emosional, malah terkesan menenangkan kondisi Jansen Sitindaon yang sudah bernada tinggi, yang sebagai kader Demokrat ia protes.
Baca juga: Pernafasan Terganggu Karena Asma? Berikut Obat Alami yang Bisa Anda Temukan di Rumah
“Beliau kemudian menjawab kami dgn tenang, lebih kurang: Sudah gak apa-apa, kan memang dia bagian dari pemerintahan saya,” ujar SBY seperti dituliskan @jansen_jsp.
Bukan itu saja jawaban mantan Presiden SBY itu. Dia menceritakan soal Moeldoko. Dan museum itu merupakan gambaran sejarah pemerintahannya, jadi ada tokoh-tokoh yang membantunya.
“Saya yang mengangkatnya jadi KASAD dan Panglima. Ini kan Museum terkait sejarah perjalanan pemerintahan itu, kan tidak mungkin wajah dia sama sekali tidak ada di Museum ini,” tambah SBY.
Oleh karena itu, kata SBY, tidak mungkin menghapus wajah-wajah itu, yang berperan tetap ada di Museum yang nama lengkapnya: Museum dan Galeri SBY Ani.
Baca juga: Di Momen Wetonnya Rebo Pon, Presiden Jokowi Cabut Status Pandemi Covid-19 di Indonesia
“Sejarah itu ya tetap sejarah tidak boleh kita hapuskan apapun kondisinya. Biarlah yang dia lakukan skrg menerima balasnya sendiri nanti. Termasuk tentu yg dia lakukan skrg ini sejarah yang juga harus kalian ingat selaku kaderkan dst,” tandasnya seperti ditulis @jansen_jsp.
Mendengar semua itu, kata jansen, akhirnya kami semua diam. Dan sampai sekarang di Museum Pak SBY di Pacitan, lebih kurang saya melihat ada 2 foto Moeldoko terpasang di posisi yg sangat terhormat.
“Walau jika saya ke Museum Pak SBY di Pacitan, ketika lewat blok yang ada wajah Moeldoko ini saya tidak akan melihat,” ujarnya.
Di badian akhir cuitannya, sepertinya dengan nada menyindir, Jansen Sitindaon mempersilakan Moeldoko berkunjung ke Pacitan, melihat foto di Museum SBY.
Baca juga: Ikuti Saran Ganjar Gunakan Pupuk Organik, Petani Bawang di Brebes Kini Untung Besar
“Terakhir, silahkan berkunjung ke Pacitan Pak Moeldoko, utk melihat foto diri anda termasuk puncak perjalanan hidup anda sebagai seorang tentara di Museum ini,” tulis @jansen_jsp. (*)
(Winoto Anung)
