Helo Indonesia

Soal Isu Aliran Dana BTS ke Gerindra, Sufmi Dasco Tuding Framing untuk Jatuhkan Prabowo

Winoto Anung - Nasional -> Politik
Rabu, 24 Mei 2023 16:27
    Bagikan  
Sufmi Dasco Ahmad
tangkapan layar

Sufmi Dasco Ahmad - Sufmi Dasco Ahmad, petinggi Partai Gerindra, Wakil Ketua DPR. (Foto: tangkapan layar)

HELOINDONESIA.COM - Kubu Prabowo Subianto sekaligus Partai Gerindra menanggapi adanya pemberitaan yang menyebut ada aliran dana korupsi kasus proyek BTS 4G di Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kemenkominfo).

Gerindra membantah soal adanya aliran dana, dan menuding ada framing untuk menjatuhkan Prabowo Subianto di saat elektabilitasnya naik.

Pemberitaan itu berlandas pada pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang mengaku mendapat informasi ada aliran dana ke parpol yakni dana dari kasus korupsi proyek BTS 4G.

Ketua Harian Partai Gerindra ini mengatakan, dirinya sudah menyimak konferensi pers Menko Mahfud MD. Menurutnya, biasanya, Mahfud MD kalau bicara dengan data.

Baca juga: Gauli Anaknya Hingga Hamil 8 Bulan, Ayah Bejat Nyaris Diamuk Massa

“Saya sudah menyimak konferensi pers Pak Mahfud kemarin. Dalam konferensi pers itu, Pak Mahfud jelas-jelas tidak menyebut salah satu parpol,” kata Sufmi Dasco di DPR, Rabu 24 Mei.

Dia lantas menyebut, ada salah satu wartawan mencoba menggiring ke parpol,  (yang diduga mendapat aliran dana proyek BTS.  “Ada salah satu wartawan mencoba menggiring salah satu parpol, salah satunya Gerindra. Tapi Pak Mahfud menyebut itu isu politiknya. Berarti faktanya gosip politiknya,” lanjut Sufmi Dasco.

Lantas, pada kesempatan ini dia menyatakan membantah soal berita aliran dana ke Partai Gerindra ini, Menurutnya, berita itu tidak benar, dan tidak ada aliran dana proyek BTS ke Gerindra.

“Sekaligus saya membantah bahwa ada dugaan aluran dana yang mengalir ke Gerindra karena itu tidak betul. Dan rakyat sudah pinter,” ujarnya.

Baca juga: Pemain Timnas U-22 Akan Dapat Bonus Rp500 Juta, Masih Ada Tambahan Lagi

Lebih jauh petinggi Partai Gerindra ini mengaitkan adanya hasil survei partai Gerindra dan juga Prabowo yang juiga dicalonkan sebagai capres untuk Pilpres 2024. Isu ini dihembuskan ketika survey elektabilitas Partai Gerindra sedang naik, demikian juga elektabilitas Peabowo juga naik.

“Pada saat diumumkan survei elektabilitas Gerindra naik, dan Pak Prabowo juga naik,  kemudian ada gossip-gosip politik seperti ini. Ya mudah-mudahan bisa menjadi pembelajaran bago kota semua dan rakyat semakin pintar,” ujar Sufmi Dasco.

Dia Kembali menegaskan, di Gerindra kita tidak ada aliran dana dari proyek BTS tersebut. “Nggak ada sama sekali,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra ini juga bicara tentang adanya video yang beredar berisi bagan-bagan ada tokoh yang mendapat aliran dana proyek BTS dan juga terkiat parpol juga. Sufmi Dasco menilai hal ini sebagai framing untuk menjatuhkan Partai Gerindra dan Prabowo.

Baca juga: Mahfud MD Dapat Info Ada Aliran Dana BTS ke Tiga Parpol, Politisi Ini Minta Musra dan Buzzer Dikerahkan

“Saya pikir adanya bagan-bagan adalah framing-framing untuk kemudian menjatuhkan Partai Gerindra dan Pak Prabowo,” ujar Sufmi Dasco.

Sebelumnya diberitakan,  Menko Polhukam sekaligus Plt Menkominfo Mahfud MD mengaku mendapatkan informasi soal duit kasus dugaan korupsi pembangunan menara pemancar (BTS) 4G BAKTI Kominfo mengalir ke partai politik. Namun, dia menganggap hal itu sebagai gosip politik.

"Ya, saya juga dapat berita itu, dengan nama-namanya. Tapi saya anggap itu gosip politik. Kita bekerja dengan hukum saja," kata Mahfud di Kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Selasa (23/5).

Ia mengaku telah melaporkan informasi itu ke Presiden Joko Widodo. Menurut Mahfud, pembuktian informasi itu akan sulit, sehingga ia mempersilakan Kejagung dan KPK menyelidikinya.

Baca juga: Putri Gubernur Dipaksa Minum Kawa-kawa dan Anggur Merah, Usai Dinodai Tewas

"Saya juga sudah lapor soal itu ke presiden. 'Pak saya tidak akan masuk ke soal ini. Ini pembuktiannya akan rumit dan mungkin menimbulkan kemelut kerumitan politik. Oleh sebab itu, saya persilakan Kejaksaan atau KPK kalau itu di luar angka-angka yang sudah konkret untuk menyelidiki ini," katanya.

Mahfud pun menegaskan ia tidak akan ikut campur soal informasi itu. Sebab, kasus tersebut sudah masuk ke ranah hukum. (*)

(Winoto Anung)