HELOINDONESIA.COM - Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam musyawarah relawan di istora senayan terkait kriteria presiden memantik kritik. pernyataan Jokowi menunjukkan tidak netralnya pemerintah dalam suksesi Pilpres 2024.
Analis Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai kriteria calon presiden yang ditetapkan oleh Jokowi menandakan pemerintah ikut campur dalam pelaksanaan Pemilu 2024.
Pangi berpendapat lewat pidato tersebut, Jokowi menegaskan kriteria yang diutarakan merupakan keinginan pemerintah. Meski tidak disebutkan nama Capresnya, namun lanjut dia, isi pidato tersebut mengarah pada Capres yang diusung PDIP Ganjar Pranowo.
Baca juga: Anak Stunting di Jakarta Mendapatkan Bantuan Rp 300 Ribu Per Bulan
"Karena dia menginginkan pemimpin yang mencintai bangsa dan negara supaya potensi Indonesia menjadi negara maju 13 tahun lagi itu bisa tercapai. Keberlanjutan itu sebetulnya adalah Ganjar. Kalau pesannya pak Jokowi jelas bahwa yang menjadi capres itu ya Ganjar," tegasnya, Selasa (16/5/2023).
Selain itu, Pangi menegaskan bahwa Jokowi juga menegaskan posisinya sebagai king maker. Karena sejak diumumkannya Ganjar Pranowo sebagai Capres seolah PDI Perjuangan mengambil posisi Jokowi sebagai orang pertama yang menghjendaki Ganjar menjadi Capres penerusnya.
"Jadi bagi jokowi, (jangan dianggap remeh) relawan juga punya kekuatan, jejaring yang kuat. Kemarin kan seolah ganjar ini di take over, diakuisisi oleh megawati. Iya jokowi engga mau saham kemenangan ganjar itu karena pdip aja," pungkasnya.
Baca juga: Mahfud MD Bertemu Cak Imin di Pesawat, Ada yang Komentar Menohok Terkait Gus Dur
Diketahui, Jokowi mengungkap kriteria presiden yang dibutuhkan Indonesia di masa mendatang. Salah satunya adalah sosok pemimpin berani.
Jokowi mencontohkan keberaniannya menyetop ekspor bahan mentah. Dia tetap melakukannya meskipun digugat Uni Eropa.
"Saya titip kepada pemimpin berikut jangan takut digugat olleh negara mana pun. Kalau digugat, cari pengacara, lawyer terbaik agar kita menang," kata Jokowi pada Puncak Musra di Jakarta, Minggu (14/5).
