Helo Indonesia

Agar Tak Bocor Halus, Sumpah Semua yang Terlibat Cawe-Cawe APK Caleg

Annisa Egaleonita - Nasional -> Politik
Selasa, 19 Desember 2023 22:00
    Bagikan  
Agar Tak Bocor Halus, Sumpah Semua yang Terlibat Cawe-Cawe APK Caleg

Nerozely Agung Putra (Foto Ist/Helo)

LAMPUNG,HELOINDONESIA.COM -- Ketua Ormas Laskar Lampung Panglima Nerozely Agung Putra Koenang agaknya gemas dengan kasus APK caleg yang "ditangani" aparat kelurahan di Kelurahan Perumnas Wayhalim, Kecamatan Wayhalim, Kota Bandarlampung.

Dia menyarankan Bawaslu Kota Bandarlampung agar semua pihak yang diklarifikasi terkait APK caleg DPR RI Rahmawati Herdian tersebut disumpah lebih dulu pakai kitab suci agar tak "bocor halus".

Alasan dia, Bawaslu Kota Bandarlampung diuji kridibilitasnya sebagai wasit demokrasi di kota ini. Nero melihat mereka yang terlibat "cawe-cawe" terhadap banner yang jadi alat peraga kampanye (APK) salah seorang caleg DPR RI kompak tak terbuka kepada media.

"Ada apa ini?" tanyanya kepada Helo Indonesia Lampung, Selasa malam (19/12/2023). Banyak kejanggalan yang dipertanyakan publik terkait kasus ini, misalnya:

Baca juga: KPU Tegaskan Setiap Paslon Hanya Boleh Bawa 75 Orang Pendukung ke Acara Debat

1. Kenapa lurah memerintahkan aparatnya, RT dan kaling menertiban APK tanpa koordinasi dengan Bawascam Kedaton atau pengawas Kelurahan Perumnas Wayhalim.

2. Kemana APK-APK yang setelah viral hilang dari Kantor Kelurahan Peruman Wayhalim? Jika memang itu APK yang ditertibkan, Bawaslu bisa menyelusuri nya dari mana dicabutnya. Jika memang alasan selama ini, banner-banner tersebut ditertibkan karena dipaku di pohon dan tembok rumah.

3. Dari video dan foto-foto, ada staples besar yang biasa digunakan untuk memaku banner. Jika penertiban, kenapa malah dirapihkan? Kemana batang-batang kayu reng yang juga terdokumen. Buat apa itu?

4. Lebih aneh lagi, lurah mengaku tak tahu tahu siapa yang menertibkan APK Caleg DPR RI Dapil 1 Nasdem Rahmawati Herdian tersebut.

Baca juga: Di Acara Relawan, Caleg DPRD Dapil Tangsel ini Kampanyekan Kesehatan, Pendidikan, dan UMKM


"Masih banyak pertanyaan-pertanyaan publik yang dapat dipantau di grup-grup whatsapp, " ujar Nero. Tak sedikit, kata dia, yang meragukan kejujuran mereka yang terkait masalah ini, termasuk para pengawasnya. "Makanya, disumpah dulu, sebelum diminta klarifikasinya," tambahnya.

Jangan-jangan, katanya, kejadian tersebut merupakan puncak es adanya tangan-tangan kekuasaan cawe-cawe terhadap sosialisasi caleg hingga kelurahan-kelurahan lainnya. Hal ini menjadi taruhan Bawaslu Kota Bandarlampung terhadap kepercayaan publik.

Nero mengajak masyarakat pasang mata dan telinga, mengawak, agar pesta demokrasi lima tahun ini jurdil, tak terkotori oleh ambisi-ambisi kekuasaan yang menghalalkan secara yang akhirnya bermuara pada rusaknya demokrasi. (HBM)