HELOINDONESIA.COM - Bikin terharu juga melihat video unggahan Gubernur Ridwan Kamil yang menggambarkan hari terakhir menjadi Gubernur Jawa Barat. Dia kemas-kemas barang-barang di ruang kerja di Gedung Sate, pusat Kota Bandung.
Dia menulis pesan, lalu mengambil kotak kardus besar. Dokumen dimasukkan, peci dia copot, jaket yang biasa dia gunakan keliling daerah, dicopot, lantas dimasukkan ke dalam kardus.
Juga, Kang Emil mengambil baju resmi Gubernur Jabar, warna putih, lantas mendekat foto besar yang terpasang. Itu foto Ridwan Kamil mengenakan baju dan topi resmi Gubernur, Kang Emil mencopot foto itu, lantas dibawanya besama baju putih untuk dikemasnya. Begitu seterusnya.
Ya, Kang Emil telah purna tugas, menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur Jawa Barat, tak lupa dia menghampiri tukang taman, keduanya berpelukan erat.
Baca juga: Ini 9 Nama Penjabat Gubernur Yang Dilantik di Jakarta
Selama lima tahun terakhir, Jawa Barat di bawah kepemimpinannya telah banyak meraih prestasi. Ridwan Kamil mengenang dua tempat yang baginya sangat terhormat. Gedung Sate dan Gedung Pakuan.
“Hari ini hari terakhir di Gedung Sate dan Gedung Pakuan. 2 tempat terhormat di mana ribuan keputusan pernah diambil demi kemajuan, pertahanan dan kemuliaan peradaban Jawa Barat,” ungkap Kang Emil di akun X (Twitter).
Dia mengucapkan terima kasih kepada Masyarakat Jawa Barat yng sudah mempercayainya. Dia menyebutkan, dengan kata-kata sedikit puitis.
Baca juga: Pengamat: KPK Periksa Cak Imin dengan Kasus Sudah 12 Tahun, Ini Sarat Kepentingan Politik
“Terima kasih masyarakat Jawa Barat sudah mempercayai kami. 5 tahun telah dilalui. 60 purnama telah terlewati. 1800 hari telah ditapaki. 2018 - 2023 membawa 555 cerita perubahan dan kemajuan. Kami #TuntasBertugas,” ujar @ridwankamil.
“Mohon maaf atas segala kekurangan. Pileuleuyan. Hatur Nuhun,” tambah Ridwan Kamil lagi.
Sebelumnya dia memberikan catatan tersebut. Ia menyebut 555 penghargaan yang diterima Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 5 September 2018-5 September 2023.
Dia mengakui ada pekerjaan yang lancar, ada yang gagal. “Ada pekerjaan yang lancar dan mulus. Ada pekerjaan yang tidak lancar. Ada pekerjaan juga yang gagal. Tapi mayoritas lancar. Alhamdulillah. Biarlah sejarah mencatat semua plus minus pencapaian ini,” ujarnya. (**)
