Helo Indonesia

Konsolidasi Tak Undang Gibran, PDIP Dinilai Bikin Blunder dan Membuat Susah Ganjar Bisa Menang

Winoto Anung - Nasional -> Peristiwa
Jumat, 18 Agustus 2023 09:40
    Bagikan  
gibran rakabuming raka,
Foto: akun twitter Gibran_tweet

gibran rakabuming raka, - Pestingan Gibran Rakabuming Raka membahas sunscreen berbasis mineral dengan SPF 30.

HELOINDONESIA.COM - PDIP dinilai bikin blunder lagi, sebab menggelar acara konsilidasi kepala daerah dan kader partai se Jawa Tengah, tetapi Gibran Rakabuming Raka yang merupakan Wali Kota Solo tidak diundang..

Hal tersebut diungkapkan Ade Armando, kader PSI. Menurut dia Gibran adalah Wali Kota Solo, dan Wali Koa Solo harusnya adalah kepala daerah.

“Nah lucunya, Gibran tidak diundang.Padahal Gibran ini kan Wali Kota Solo, dan Wali Koa Solo harusnya adalah kepala daerah. Ini menimbulkan spekulasi macam-macam,” kata Ade Armando dalam unggahan videonya di X (Twitter).

Dia sudah mendengar penjelasan pimpinan DPP PDIP yaitu Said Abdullah, yang mengatakan ertemuan itu bukan pertemuan antara kepala daerah, tapi pertemuan antara para caleg, para kader partai.

Baca juga: Pep Guardiola Menyatakan Perang Melawan FIFA dan UEFA

“Tapi pernyataan itu nggak segera menghapus kenyataan bahwa media massa mengabarkan ini konsolidasi kepala daerah,” katanya.

Cara-cara seperti ini dinilainya blunder, dan tidak menguntungkan bagi Ganjar Pranowo terkait pencapresannya untuk Pilpres 2024.

“Nah, hal-hal semacam ini akan terus merusak peluang Ganjar untuk bisa maju sebagai capres,” kata Ade Armando dalam narasinya.

Baca juga: PKS Sebut, Biar Jamaah Cerdas, Tempat Ibadah Boleh untuk Pendidikan Politik

Lalu dia memberikan pertanyaan,  kenapa? “Karena Gibran anaknya Pak Jokowi ya. Jadi kalau Gibran sampai tidak diundang, ini adalah sinyal negatif tentang Gibran dan sinyal negatif terhadap Pak Jokowi. Padahal pendukung Jokowi itulah uang paling diharapkan akan mau mendukung Ganjar,” katanya.

Dia kemudian menyatakan, hal ini membuat susah Ganjar Pranowo bisa menang, karena telah ada sinyal negatif ke Gibran dan Jokowi tersebut. “Jadi kalau begini ceritanya, ya susahlah Ganjar untuk bisa menang,” ujarnya.

Ade Armando kemudian mengusulkan hal yang lebih jauh, yakni perombakan besar-besaran Tim Kampanye PDIP, demi kemenangan Ganjar Pranowo.

Baca juga: Santri dan Guru Pondok Tewas Terseret Ombak di Pantai Keramat, Lamsel

“Ini harus ada perombakan besar-besaran Tim Kampanyenya PDIP, strategi komunikasinya harus dibuat dengan lebih baik. Kalau nggak jangan harapkanlah Ganjar akan bisa lolos untuk jadi Presiden Indonesia 2024,” tandas Ade Armando.