LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Air busuk berwarna pekat dan berbuih (air lindi) dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung sudah bertahun-tahun kerap menggelontor ke permukiman warga hingga pantai terutama setiap hujan deras.
Jika musim kemarau, bau yang ditimbulkan semakin menyengat lagi di kawasan Perumahan Keteguhan Permai dan Umbul Kunci Sukamandi Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Telukbetung Timur.
Menurut Linda dan Santo kepada Lampung Post, gelontoran air lindi itu sudah bertahun-tahun. Bahkan, katanya, tumpukan sampah sempat longsor. "Baunya itu kemana-mana," ujar Linda, warga perumahan.
Warga Umbul kunci Sukamandi Kelurahan Keteguhan mengeluhkan air limbah timbunan sampah TPA Bakung mencemari lahan perkebunan dan sumur.
Baca juga: Messi Cetak Gol Bagus, Pelatih Oscar Pareja Ngamuk Saat Inter Miami Tekuk Orlondo City 3-1
Bahkan, sudah bertahun-tahun pula, pasir pantai ikut menghitam akibat limbah TPA Bakung. Air sungai menghitam dari arah TPA Bakung hingga bermuara ke laut.
Para nelayan juga kerap merasakan gatal-gatal. Lumpur hitam yang menumpuk di pesisir itu hampir selutut orang dewasa.
Namun, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandarlampung Budiman P. Mega mengatakan tidak ada kebocoran atau kerusakan saluran air limbah di TPA Bakung.
"Tidak ada yang bocor, namanya sampah itu kalau musim panas terbakar dan kalau musim hujan menimbulkan genangan air," katanya seperti dikutip Kantor Berita Antara saat bersih-bersih sampah di kawasan Hutan Bakau Kotakarang. Selasa (1/8/2023). (Veri)
