Helo Indonesia

Remaja Purbalingga Tewas di Dalam Rumah, Diduga Tersambar Petir saat Main Hp

Kamis, 7 Maret 2024 11:54
    Bagikan  
Remaja Purbalingga Tewas di Dalam Rumah, Diduga Tersambar Petir saat Main Hp

Suasana di rumah duka jelang pemakaman remaja yang meninggal disambar petir

PURBALINGGA, HELOINDONESIA.COM - Seorang remaja laki-laki warga Kelurahan Kalikabong, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, ditemukan tergeletak di rumahnya, Rabu petang 6 Maret 2024.

Oleh orangtuanya, remaja tersebut sempat dibawa ke rumah sakit namun saat dilakukan pemeriksaan diketahui sudah meninggal dunia. Diduga korban tewas akibat terkena sambaran petir saat bermain handphone (Hp).

Baca juga: Early Warning System (EWS) Berfungsi Warga Dinar Tembalang Kini Bisa Tenang

Kapolsek Kalimanah AKP Mubarok mengatakan korban berinisial RNH (14) pelajar SMP kelas 8, sekira jam 17.30 WIB diketahui dalam posisi tidur di lantai. Kemudian oleh ibunya dibangunkan.

Saat dibangunkan ibunya, kondisi anaknya sudah tidak bergerak. Kemudian oleh orang tuanya dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan.

"Korban kemudian dibawa orang tuanya ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Di rumah sakit korban dinyatakan sudah meninggal dunia," kata kapolsek.

Tersambar Petir

Hasil pemeriksaan dokter Rumah Sakit Harapan Ibu Purbalingga pada jenazah ditemukan luka lecet di leher kurang lebih 10 centimeter, lebam di kaki dan tangan. Luka tersebut diduga akibat terkena aliran listrik dimungkinkan akibat tersambar petir.

Baca juga: Link Nonton Queen Of Divorce Episode 11 Sub Indo

"Dari hasil pemeriksaan dokter, penyebab korban meninggal dunia diduga akibat tersambar petir. Tidak ditemukan tanda kekerasan," ungkap kapolsek.

Berdasarkan keterangan ibu korban, saat hujan deras disertai petir anaknya kedapatan sedang bermain handphone. Kemudian sempat ditegur agar tidak bermain handphone saat hujan karena bisa tersambar petir.

Hingga pada petang hari anaknya ditemukan tergeletak di lantai tidak bergerak. Di dekatnya ada handphone milik korban. Posisi handphone ada di atas kepala korban.

Kapolsek menambahkan setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. Keluarga menolak dilakukan autopsi. (Aji)