KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Pembangunan Rumah Sakit NU yang sudah direncanakan sejak lama akhirnya akan segera terealisasi.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Tanfidziah PCNU Kendal KH Mustamsikin saat acara Tri Wulan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama yang digelar di pondok pesantren Darul Amanah Sukorejo Kendal, Sabtu, 16 Desember 2023.
Menurut KH Mustamsikin, bahwa PCNU Kendal akan segera menerima dana hibah untuk pembangunan Rumah Sakit NU dari Pemerintah Daerah Kendal sebesar Rp 8 miliar. Keputusan pemberian dana hibah tersebut menurutnya telah disetujui bersama oleh anggota DPRD Kendal.
Baca juga: Rikki Marthin Patahkan Rekor Agus Prayogo di Semarang 10K
"Perlu kami sampaikan bahwa beberapa haru kemarin dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Kendal telah diputuskan bahwa PCNU Kabupaten Kendal akan menerima hibah dari Pemda Kendal sebesar Rp 8 miliar," ungkapnya.
Dipaparkan, dari dana hibah Rp 8 miliar tersebut nantinya akan langsung dipergunakan untuk memulai pelaksanaan kegiatan pembangunan Rumah Sakit NU yang sudah lama dinantikan.
"Insyaallah pada bulan Februari pembangunannya akan dimulai, dan direncanakan pembangunan akan selesai di akhir Desember 2024," terang KH Mustamsikin.
Ia menyebutkan, pembangunan RS NU Kendal direncanakan bakal menelan anggaran sekitar 25,5 milyar.
"Dari uang dana hibah Rp 8 miliar dan uang dari kas PCNU Kendal ini nanti akan segera digunakan untuk pembangunan RSNU. Akan tetapi dari dua pertiga kekurangannya kita ini akan memulai untuk mencari dana dari masyarakat, dari warga nahdliyin," tandasnya.
50 Tempat Tidur
Sementara, Konsultan RSNU Kiai Anwar menambahkan bahwa nantinya RS NU tersebut bakal menampung kapasitas tempat tidur sejumlah 50. Dan sampai saat ini RS kondisi estetikanya sudah berdiri kolom-kolom dan tiang-tiang struktur bangunan.
"Dari apa yang telah direncanakan sebelumnya perlu disesuaikan dengan aturan Permenkes yang baru, karena insyaallah RS NU Kabupaten Kendal ini akan menggunakan tipologi tipe D. Tipe D itu artinya menampung kapasitas tempat tidur sejumlah 50, jadi ada hal-hal yang memang harus disesuaikan," jelas Kiai Anwar.
Baca juga: Sindoro Sumbing Duathlon, Diikuti 57 Peserta, Mampu Dongkrak Pariwisata, Ekonomi Wonosobo
Ditambahkan, untuk kebutuhan anggaran yang tadinya mencapai Rp 50 miliar telah disederhanakan menjadi 25 miliar.
Kebetulan ini bagian dari kebijakan Pak Bupati dan Pemkab Kendal, kami diminta untuk mendampingi. Perencanaannya dilakukan oleh PUPR. Sampai saat inu kebutuhan-kebutuhan untuk perizinan maupun kelengkapan dokumen sudah kami siapkan untuk IMB juga sudah terbit, UKL UPL juga sudah terbit ada Master plant serta studi kelayakan juga telah kami siapkan," imbuhnya.
Sementara tiga bangunan yang terlihat didepan, yakni Paud Percontohan nantinya akan dipindahkan, mengingat dalam aturan rumah sakit tidak boleh ada.
"Namun tidak dibongkar, hanya mengalih fungsikan untuk kegiatan lain sebagai penunjang RS NU," pungkas Kiai Anwar. (Anik)
