DEMAK, HELOINDONESIA.COM - HIV/AIDS kini menyebar tanpa mengenal batas usia, jenis kelamin dan strata. Siapa pun berpotensi terpapar, ketika ia melakukan hal-hal berisiko pemicu sebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Perilaku berisiko penyebab menularnya virus penyerang sistem kekebalan tubuh serta melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit tersebut ada tiga. Yakni melalui hubungan seks bebas, transfusi darah, dan air susu ibu penyandang HIV/Aids kepada bayinya.
Sebagaimana diungkapkan Asisten lll Sekda Demak H Amir Mahmud SSos MT ada kegiatan Bupati Demak mengajar di SMA Negeri 1 Demak, orang dengan HIV/Aids (ODHA) kini tak ada lagi batasan segmen. Ada yang masih usia anak-anak, karena terpapar dari orang tuanya yang ODHA. Selain itu ada pula perempuan baik-baik yang terpapar dari suaminya yang ODHA.
Baca juga: Kendal Sabet Dua Penghargaan Penanganan Stunting Tingkat Nasional
"Namun paling banyak adalah orang-orang dengan perilaku menyimpang. Seperti berganti-ganti pasangan saat hubungan seksual, penyuka sesama jenis, serta pengguna narkoba yang gemar menggunakan jarum suntik secara bergantian," ungkapnya, Kamis 13 Desember 2023.
Bisa Ditekan
Meskipun HIV/Aids saat ini tidak bisa disembuhkan, namun perkembangan virusnya bisa ditekan dengan rajin mengonsumsi obat ARV. "Maka itu ODHA bisa menikah dan memiliki anak yang sehat, manakala dia rajin mengonsumsi ARV. Tentunya dengan tetap dalam pantauan ahli medis selama proses kehamilan si ibu hingga melahirkan," kata Amir Mahmud.
Sebagai generasi muda calon pemimpin bangsa, para pelajar masa kini harus mampu membentengi diri dari perilaku berisiko terpapar HIV/AIDS. Maka itu lah Pemkab Demak menggandeng kalangan pelajar yang kini viral dengan sebutan Generasi Z, untuk menekan sebaran HIV/AIDS di Kota Wali.
Baca juga: Diduga, Baleho Caleg DPR RI Pakai Dana Operasional Kelurahan
Turut hadir dalam acara yang dilaksanakan di Perpustakaan Titian Widya Pustaka itu Kepala SMA Negeri 1 Demak H Solikhin serta beberapa guru pendamping. Sementara dihadirkan sebagai peserta adalah siswa-siswi kelas XI dan Xll.
Meski disampaikan secara sederhana, edukasi dan literasi tentang bahaya HIV/AIDS itu berlangsung cukup hangat. Terlihat dari antusias sejumlah pelajar menyampaikan pertanyaan-pertanyaan seputar penularan HIV/AIDS, hingga upaya Pemkab Demak menekan angka sebaran penyakit mematikan itu.
Mengenai tema penanggulangan HIV/Aids yang diusung sebagai materi Bupati Demak Mengajar, Kepala SMA Negeri 1 Demak Solikhin menyambut positif. Mengingat perkembangan jaman dan teknologi yang bila tak diimbangi dengan ketebalan iman, berpotensi menyebabkan permasalahan sosial dan moral bagi generasi muda khususnya.
"Edukasi mengenai bahaya HIV/Aids sangat dibutuhkan pelajar kami. Dengan memahami cara penularannya hingga akibat terburuk dialami para ODHA, mereka bisa menghindarinya. Tentunya dengan semangat jauhi penyakitnya, tanpa stigma," tandasnya. (Jati)
